SIMALUNGUN, Lintangnews.com | Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kabupaten Simalungun memberikan bantuan sejumlah sak semen kepada masyarakat Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi yang sedang melakukan pembangunan Jembatan secara swadaya, Jumat (13/06/2025).

Bantuan ini, dijelaskan Plt Ketua MKGR Kabupaten Simalungun Suyadi, sebagai bentuk kepedulian MKGR terhadap masyarakat yang mau bergotong royong untuk membangun Jembatan mereka yang ambruk pada Februari 2025 lalu akibat banjir yang menerpa daerah itu.
“Kita harus apresiasi apa yang diperbuat masyarakat ini, mereka bergerak mendahului Pemerintah Kabupaten Simalungun. Kita disini hanya bisa bantu seadanya yang berkoordinasi dengan Ketua MKGR Sumut Darma Putra Rangkuti (DPR), ” Ujar pria yang kerap disapa Adi Bara ini.
Diharapkan juga, semua pihak juga tersentuh untuk kegiatan masyarakat Nagori Mariah Jambi ini, sebab biaya yang mereka keluarkan untuk membangun Jembatan tersebut tidak sedikit yang diperkirakan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah.
“Intinya saya mengajak donatur untuk turut berpartisipasi membantu masyarakat membangun ini, ” Tandasnya.
Ditempat yang sama, Camat Jawa Maraja Bah Jambi, Sugiono, mengaku sudah menyurati terkait tubuhnya Jembatan tersebut ke BPBD Kabupaten Simalungun.
“Kita sudah laporkan ke BPBD dan saat ini kabarnya sudah dimeja Bupati, semoga bisa segera terealisasi, ” Ujarnya.
Sementara, Kepala BPBD Simalungun, Resman Saragih, Rabu 28 Mei 2025 sekira jam 12.30 wib, mengatakan, mereka sudah meninjau lokasi tersebut dan saat ini sudah mereka melaporkan kepada Bupati Simalungun
“Tapi kan ada prosesnya. Belum bisa direalisasikan. Kita sangat salut dengan masyarakat yang tergerak sendiri untuk membangun itu, ” Ujarnya.
Begitupun, nanti bila hal tersebut ditampung dalam anggaran BPBD mereka akan menghitung apa yang telah dikerjakan oleh masyarakat tersebut.

Sebelumnya diketahui, Belum adanya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun maupun Nagori untuk membangun jembatan mereka yang ambruk sejak bulan Februari 2025 lalu, masyarakat Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi membuat swadaya masyatakat untuk melakukan pembangunan secara pribadi.
Dan saat ini ketahui, proses pembangunan tersebut telah dimulai dengan memperkerjakan masyarakat setempat.
“Sudah hampir sebulan ini dikerjakan, total biaya yang sudah masuk sekitar Rp 200 juta. Kalau sampai selesai nanti sekira Rp 700 juta lah, ” Ujar M Amin warga setempat yang merupakan Ketua dalam pembangunan jembatan tersebut, Selasa 28 Mei 2025 sekira jam 16.00 wib.
Dijelaskan, jembatan yang merupakan jembatan penghubung antara Nagori Senio Kecamatan Gunung Malela dengan Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi merupakan akses utama warga untuk beraktifitas, seperti anak sekolah, masyarakat yang bekerja keluar dan akses jalan hasil pertanian dari nagori mereka yang merupakan penghasil jagung dan mentimun.
“Ada sih jalan lain, tapi harus mutar lah sekira 6 KM (memutar dari simpang Batu 8 Kecamatan Siantar), kalau dari sini kan hanya 400 meter ke Simpang Batu 13 Jalan Asahan, ” Terangnya.
Selain itu juga, jembatan tersebut merupakan akses utama untuk wisata lokal pergi ke Pemandian Alam Sejuk (PAS) yang ada do Nagori Mariah Jambi ini.
“Batu 8 juga akses utama ke PAS, tapi dari sini jalur utama untuk para wisawatan lokal, ” Ujarnya.
Akibat hal tersebut, dianggapnya juga membuat para wisawatan ke PAS menjadi turun 50% dari biasanya. “Kita hitungannya perbulan. Biasanya sekira 10.000 orang, ini banyak 5000-an, ” Ucapnya.
Begitupun, dinyatakannya ia tidak terlalu banyak berharap ke Pemerintah Kabupaten Simalungun maupun Pemerintah Nagori, karena saat ini mereka merasa sanggup untuk membangun jembatan tersebut.
Ditambahkan juga, setelah jembatan ini rubuh pihak Pemkab Simalungin melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun pihak Kecamatan juga sudah turun ke lokasi tersebut, namun saat ini belum mengetahui bagaimana proses untuk penanganannya.
“Tau lah gimana proses di Pemerintahan ini. Pastinya kami masyarakat bergerak memang itu juga untuk kepentingan kami sendiri, ” Ujarnya yang mengatakan Pangulu Nagori Mariha Jambi saat ini sudah memberikan perhatiannya namun secara pribadi.
Pengawas pembangunan jembatan A Purba, selain memperbaiki jembatan tersebut, mereka juga berencana melebarkan jembatan tersebut.
“Ini besi besinya, dibuat menjadi balok T. Ini diperlukan untuk perbaikan 60 buah lah, tapi kalau untuk pelebaran semua jadi 200,” Katanya sembari menyatakan bahwa saat ini mereka sudah memiliki 60 balok T.
Sementara untuk pondasi mereka juga menambahkan batu bata dengan cor-an, karena dianggangnya bangunan awal yang merupakan bangunan sejak 1900-an juga memiliki pondasi yang sama, bahwa tidak menggunakan besi.
“Ini sudah pakek besi juga cor-an. Jadi lebih kuat lah nanti dan diperkiran bisa menahan beban kurang dari 5 ton,” Ujarnya sembari mengaku saat ini meraka sudah membangun jembatan sementara yang dibuat kayu dan hanya bisa diminta tidak kenderaan roda 2.
Ditanyakan mengenai waktu, dikatakannya hal tersebut bisa lebih cepat bila dana mereka sudah mencukupi. ” Kalau dana sudah lengkap, 3 sampai 4 bulan ini bisa sudah selesai lah bg, ” Katanya.
Pangulu Mariah Jambi, Darwis Tambunan, mengaku mengetahui kegiatan masyarakat tersebut dan ia juga mencoba membantu masyarakat itu dalam hal menjalani proposal yang dilakukan untuk pembangunan jembatan itu.
“Kita sangat apresiasi kegiatan mereka, kita juga sudah WA Pak Anton (Bupati, red) soal proposal yang mereka buat, mudah mudahan dibantu juga, ” Katanya.
Dinyatakannya, bukan pemerintah nagori tidak mau bersikap dalam pembangunan. “Kan harus ada prosesnya. Ini masyarakat sudah berinisiatif sendiri, itu sangat positif, ” Kitanya yang berharap pembangunan tersebut bisa berjalan dengan baik. (Akbar)



