Simalungun, Lintangnews.com | Cafe Regar di atas bantaran Sungai Bah Bolon Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Perdagangan 1, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, nyaris rata dengan tanah karena diseruduk 1 unit truk trailer pengangkut semen, Kamis (4/6/2020) kemarin.
Insiden itu mengakibatkan 1 orang terluka, sehingga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Karya Husada Perdagangan, karena terluka pada bagian kepalanya. Sementara mobil Toyota Avanza nomor polisi (nopol) BK 1713 WI milik oknum Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Ujung Padang, Abdul Rahman Purba mengalami ringsek justru berbuntut panjang.
“Aku aneh lihat Korwil Ujung Padang. Kenapa meneken sembako di cafe. Emang kantor korwil tidak ada ya?? Tapi Tuhan tidak tinggal diam apa di lakukan kepada honorer. Sudah 2 orang yang zolimi honorer di tahun ini,” tulis nitizen pada laman media sosial (medsos) Facebook, kemarin.
Nitizen lain mengatakan, jika dihitung kerusakan mobil Korwil dengan batu demban (diduga hasil pungli) dari guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) masih impas. “Kenapalah tidak di kantor menandatangani berkas laporan bulanan. Ini malah di Cafe,” sebutnya.
Selain itu, nitizen menilai miris atas aksi Kepala Sekolah (Kepsek) dan Korwil yang melakukan penandatanganan lapbul (laporan bulanan) guru di dalam cafe. “Semoga Tuhan memberimu ketabahan bung..!! Mungkin hukum alam dan Tuhan yang berbicara kepadamu,” ucapnya.
Menurutnya, hukum alam dan Tuhan mengakibatkan mobil oknum Korwil diseruduk ‘bokong’ truk trailer itu. “Supaya kau dengar ratapan perjuangan guru honorer. Jadikanlah ini pelajaran untuk berbuat adil, benar dan jujur kedepannya,” tukasnya.
Sementara Edison Malau selaku mantan pengawas Ujung Padang yang juga suami dari oknum Kepsek SD Negeri 1 Tinjowan, Hasni Magdalena Sembiring mempertanyakan, kenapa guru-guru di Ujung Padang sepertinya tidak ada sopan santun.
Menurut Edison, dirinya mengetahui mengapa berkas usul sembako dan laporan bulanan guru ditandatangani di Perdagangan (Cafe Regar) diakibatkan mendesak, hari itu harus sampai di Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Simalungun.
“Saya sendiri tau mengapa berkas usul sembako itu ditanda tangani di Perda. Karna mendesak hari itu harus sampe di dinas. Ko gitu gak ada tata kram seorang guru. Ko si otong-siotong dbilang korwilnya? Guru kaya mana itu. Udah mobilnya kesorong truk ko malah dibilang asyik,” tulis Edison.
Hingga berita ini dilansir, Korwil Pendidikan Ujung Padang, Abdul Rahman Purba dan Kepsek SDN 1 Tinjowan, Hasni Magdalena Sembiring yang diketahui ikut bersama dalam Cafe Regar menandatangani laporan bulanan guru itu tidak bersedia menanggapi konfirmasi lintangnews.com.
Meskipun konfirmasi sebab akibat peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang disebut-sebut melakukan perdamaian dengan pemilik truk statusnya terkirim. Dan berita-berita sebelumnya sudah dibaca mereka. (Zai)


