Taput, Lintangnews.com | Bupati Nikson Nababan memimpin Rapat Musyarawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Tahun 2019-2024 didampingi Wakil Ketua DPRD, Fatima Hutabarat dan Pj Sekda, Parsaoran Hutagalung, bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Rabu (25/9/2019).
“Saya minta kita semua fokus pada visi dan misi, lebih teliti dan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus ada kontroling. Kebijakan yang diputuskan harus melalui kajian, sehingga pekerjaan lebih maksimal dan dapat dipertanggung-jawabkan. Semua harus saling memberikan masukan dan sinergitas, sehingga akan menjadikan suatu tim yang kuat tanpa ada merasa super,” ucap Nikson mengawali arahannya.
Dalam arahannya, Bupati kembali menekankan agar setiap OPD harus punya 1 program unggulan yang mengacu pada visi dan misi. Khusus bagi OPD yang terkait dengan pertanian, perkebunan dan peternakan harus memiliki 3 program unggulan, sehingga 5 tahun kedepan Taput akan dikenal sebagai daerah lumbung pangan.
Nikson juga menekankan juga agar Perusda Pertanian dan Perusda Pertambangan lebih aktif dalam memajukan usahanya dengan konsep yang mudah, simpel, bagus dan terarah.
“Kita juga tetap fokus pada pembangunan infrastruktur jalan sebagai konektifitas antar Kecamatan, ke pemukiman warga dan lokasi sentra pertanian. Ketentuan dan peraturan yang mengatur tata ruang wilayah harus segera dibenahi dan dituntaskan,” paparnya.
Terkait kondisi sekolah yang kekurangan guru, Nikson menuturkan, dapat diselesaikan dengan 2 langkah. Pertama, segera melakukan pemetaan tenaga pengajar terutama pada Sekolah Dasar (SD), sehingga dapat diusulkan penambahan guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Yang kedua, pemerataan guru dengan melakukan mutasi tanpa menimbulkan perasaan dizolimi.
Bupati juga menambahkan, beberapa poin permasalahan yang perlu segera diselesaikan, seperti penyelesaian lahan RSUD Tarutung dan Bandara Silangit, penataan pasar lama SBB menjadi wisata kuliner, pendirian BUMDes dengan pengurus yang berkompeten melalui pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), pengawasan penggunaan dana desa dan agar para Camat harus mendata usaha yang ada di daerah masing-masing.
“Terkait usulan pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya, mari satukan pandangan, bahwa salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah dapat dilihat dengan banyaknya uang yang beredar. Kita harus satu irama mendukung hal ini demi masa depan anak cucu, harus ada yang mengalah untuk kemajuan bersama. Kelak kita akan merasakan multi efek yang luar biasa pada sektor pariwisata, peningkatan kualitas SDM, termasuk melalui transfer knowledge,” sebut Bupati.
Musrembang RPJMD dilanjutkan dengan pemaparan serta diskusi tanya jawab. Paparan disampaikan Sekretaris Bappeda Sumatera Utara, Ardan Noor, Kepala BPS Taput Ester Sitorus dan Kepala Bapeda Taput, Indra Simare-mare.
Usai paparan dan diskusi, arahan penutupan dari Bupati berharap, agar beberapa usulan Kabupaten Taputmendapat perhatian seperti pembagian Bantuan Keuangan Provinsi Sumatera Utara dan penyediaan lahan untuk lokasi perkantoran yang baru.
“Kami berharap agar di dalam RPJMD Provsu agar memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan terutama jalan provinsi yang kondisinya rusak berat, termasuk pembukaan jalan serta insentif bagi guru-guru SMA-SMK di desa terpencil dan sangat terpencil. Kiranya Pemerintah Provinsi turut mendukung pendirian Universitas Negeri Tapanuli demi kemajuan masyarakat,” ucap Bupati.
Dalam laporannya, Kepala Bappeda Indra Simare-mare mengatakan, rapat ini sebagai tahapan dalam penyempurnaan RPJMD. Lanjutnya, musrenbang dihadiri 4 Kepala Daerah tetangga (Tobasa, Humbahas, Samosir dan Tapteng), mewakili Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten, pimpinan OPD, Camat, instansi vertikal, Perbankan, BUMN-BUMD, PWI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.
“Tujuan utama Musrenbang adalah penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap arah kebijakan pembangunan daerah,” ucap Indra. (pembela)


