Panen Andaliman, Petani Binaan Taman Eden 100 Lumbanjulu Butuh Penampung

Lokasi Taman Eden 11 di Kabupaten Tobasa.

Tobasa, Lintangnews.com | Budidaya tanaman endemik andaliman yang dikelola oleh Taman Eden 100 di Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sudah menghasilkan andaliman 200 kg per minggunya.

Pengelola Taman Eden, Marandus Sirait yang ditemui di lokasi Bazar Mapolres Tobasa yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73, mengatakan Taman Eden dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kecamatan Lumbanjulu telah berhasil mengolah andaliman sebagai produk unggulan di Tobasa.

“Berbagai produk olahan telah kita buat, seperti bubuk andaliman dalam kemasan, sambal andaliman kemasan, keripik rasa andaliman dan lainnya. Stok produk berbahan andaliman yang dikemas sudah melebihi dari cukup, sebab pesatnya petani yang menjadi petani andaliman di Kecamatan Lumbanjulu,” terang Marandus, Jumat (5/7/2019).

Petani andaliman di Lumbanjulu, kata Marandus, dalam seminggu mampu memanen andaliman sebanyak 200 kg kurang lebih.

“Sementara hasil panen yang mampu kita tampung maksimalnya 50 kg pe rminggunya, untuk dijadikan produk kemasan,” ujarnya.

Hal itu, lanjut Marandus, berdampak yang kurang baik bagi petani andaliman di Lumbanjulu, keseriusan mereka membudidayakan tanaman endemik andaliman dengan menjadi petani andaliman yang sukses menjadi terkendala.

Untuk itu, Marandus berharap kepada toke atau penampung andaliman skala besar atau Pemkab Tobasa, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) mencarikan solusi, agar hasil panen andaliman petani di Kecamatan Lumbanjulu dapat di pasarkan, untuk kesejahteraan mereka.

Untuk menindaklanjuti, wartawan coba menghubungi Kadis Koperindag, Marsarasi Simanjuntak lewat telepon seluler, namun tidak dapat dihubungi hingga berita ini sampai ke meja redaksi.(asri)