Pangulu Jawa Tongah I Klaim Alat Penyulingan Minyak Nilam dari CSR Perusahaan Miliknya

Plang PT Laguna Nauli Basa dipajang Pangulu Nagori Jawa Tonga I, Andi Rajagukguk di lokasi penyulingan minyak nilam.

Simalungun, Lintangnews.com | Alat penyulingan minyak nilam disebut bersumber dari dana CSR salah satu perusahaan di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei kepada Pemerintahan Nagori (Pemnag) menjadi milik pribadi Pangulu Nagori Jawa Tongah I, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Andi Rajagukguk.

“Punya pribadi (Pangulu Nagori Jawa Tongah I) itu bos,” tulis salah seorang sumber via pesan singkat usai ditanya mengenai alat penyulingan minyak nilam itu, Jumat (26/2/2021) kemarin.

Padahal, alat penyulingan nilam itu nmerupakan bantuan dari salah satu perusahan yang beroperasi di KEK Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.

“Sudah sempat dipulangkan ke PT Unilever, tetapi diambilnya tanpa nanya-nanya,” kata sumber yang merupakan perangkat salah satu Nagori di Kecamatan Hatonduhan tersebut.

Sebelumnya, PT Unilever menyerahkan bantuan alat penyulingan minyak nilam itu ke Pemnag Saribu Asih, Kecamatan Hatonduhan, melalui Waster Manurung selaku Pangulu yang diduga mengaku pemilik pribadi.

“Itu lah kurang tau. Telusurilah kalian lah dulu ke PT Unilever. Karena, menurut cerita si Waster, itu (alat penyulingan minyak nilam) punya pribadinya,” jelas sumber.

PT Unilever merealisasiakan bantuan berupa alat penyulingan minyak nilam itu kepada Pangulu Nagori Saribu Asih, Waster Manurung pada tahun 2020. “Kalau tak salah, bulan 11 (November),” jelas sumber.

Tak lama, bantuan alat penyulingan minyak nilam itu dialihkan Waster Manurung kepada Pangulu Nagori Jawa Tongah I, Andi Rajagukguk.

“Kalau Pangulu Nagori Jawa Tongah II gak mau memakainya dan mengalihkannya. Waster mungkin di iming-imingi Pangulu Nagori Jawa Tongah I,” sebut sumber sembari mengaku, kurang mengetahui apakah bantuan penyulingan minyak nilam itu dibeli dari Pangulu Nagori Saribu Asih.

Pangulu Nagori Jawa Tongah II, Limpo Rajagukguk saat dikonfirmasi mengaku, tidak mau mengggunakannya. “Karena saya rasa rugi dan gak maksimal,” ujarnya.

Sementara Waster Manurung dan, Andi Rajagukguk saat dikonfirmasi wartawan, tak ada memberikan jawaban.

Sebelumnya, salah seorang pria mengaku bermarga Aritonang saat ditemui di Jawa Tongah I tak jauh dari alat penyulingan minyak nilam mengatakan, itu milik pribadi.

“Punya abang ini pribadi. Bapaknya Pangulu yang beli ini dari Batam,” katanya sembari mengaku, dirinya adik sepupu Pangulu Nagori Jawa Tongah I dan mengizinkan wartawan untuk mendokumentasikan alat penyulingan minyak nilam itu. (Zai)