Lintangnews | Musim kemarau yang melanda Kota Pematangsiantar menyebabkan gangguan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Uli ke sejumlah wilayah. Menyikapi keluhan pelanggan, manajemen PDAM menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas gangguan distribusi air yang terjadi,” ujar Kabag Humas Perumda Tirta Uli, Dorlim M Pasaribu, Kamis (10/7/2025).
Dorlim menjelaskan bahwa gangguan ini disebabkan oleh penurunan debit air di sumber mata air (umbul) akibat cuaca panas yang berkepanjangan. Penurunan debit tercatat mencapai 5 hingga 15 cm dari kondisi normal, sehingga berdampak pada kapasitas suplai.
Menurutnya, meski distribusi air tetap diupayakan maksimal, beberapa kendala teknis seperti terbentuknya ruang udara dalam pipa serta topografi wilayah, khususnya di daerah perbukitan, menyebabkan aliran air semakin melemah, terutama saat jam-jam sibuk seperti pagi dan sore.
“Kondisi seperti ini memang kerap terjadi setiap musim kemarau, tapi tahun ini dampaknya cukup signifikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang,” tambah Dorlim
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau berlangsung, sembari menegaskan komitmen perusahaan dalam melakukan pemantauan dan perbaikan sistem distribusi
Perusahaan pelat merah itu berharap masyarakat dapat bersabar dan memahami situasi ini, dan menjanjikan layanan akan kembali optimal seiring membaiknya kondisi cuaca. (*)


