PDPHJ Dinilai Diskriminasi dalam Penempatan Pedagang di Balairung Rajawali

Pasar Rakyat Balairung Rajawali.

Siantar, Lintangnews.com | Seorang anak pedagang di Pasar Dwikora, Kecamatan Siantar Utara menceritakan ibunya seorang pedagang kaki lima (PKL) Jalan Patuan Anggi sejak 30 tahun lalu sampai saat ini.

Saat dikonfirmasi, Jumat (18/1/2019), pria bermarga Simarmata ini menceritakan pengakuan ibunya dinyatakan tidak masuk daftar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan direlokasi ke Pasar Rakyat Balairung Rajawali.

“Padahal, kata ibuku beliau telah menyerahkan data diri sebagai PKL. Pak Wali Kota, apa maksudnya ini ya,” tanyanya saat dikonfirmasi lewat telepon.

Terpisah, Kepala Pasar Dwikora, Mindo Nainggolan menyampaikan, penempatan pedagang Pasar Balairung Rajawali telah diatur. “Yang sudah difasilitasi seperti Stand (meja batu), kalau untuk pedagang yang Kartu Ijin Berjualan (KIB) nya masih aktif sudah kita buatkan di kios,” sebutnya.

Hanya saja, lanjut Mindo, untuk pedagang yang tidak aktif dan mempunyai KIB dan juga pedagang yang aktif dan tidak punya KIB, maka diberikan mereka stand (meja batu).

Disinggung soal keluhan salah seorang PKL yang telah berdagang selama 30 tahun, namun tak terdaftar di pedagang yang akan direlokasi nantinya, Mindo berdalih, kalau itu di bawah naungan pihak Kecamatan atau Kelurahan setempat.

“Saya tidak begitu respon, karena setau saya PKL di lokasi tersebut bukan di bawah PDPHJ.  Tetapi bila ada Instruksi dari pimpinan untuk pedagang di Jalan Patuan Anggi, saya rasa bisa diberdayakan,” tutupnya. (elisbet)