Pelajar SMPN 1 Tebingtinggi Ikuti Sosialisasi Menciptakan Generasi Emas Bersih Narkoba

Kepala BNNK Tebingtinggi, AKBP Alexander Samuel Soeki menyampaikan pemaparannya.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Penyalahgunaan narkoba di masyarakat kian mengkhawatirkan dan ancaman di kalangan pelajar adalah tanggung jawab bersama, seperti pemerintah, media massa, keluarga, orang tua, sekolah dan masyarakat.

Hal ini yang mendorong Badan Narkotika Nasional Kota (BNKK) Tebingtinggi melakukan kegiatan sosialisasi penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah dengan tema ‘Menciptakan Generasi Emas Bersih Narkoba’.

Kepala BNNK Tebingtinggi, AKBP Alexander Samuel Soeki di hadapan siswa-siswi dan guru SMP Negeri 1 Tebingtinggi, Jalan Sutomo menjelaskan, program ini bertujuan membangun generasi muda yang sehat fisik, mental spiritual dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Mantan Kepala BNNK Bengkulu ini menyampaikan, untuk mewujudkan program ini, sosialisasi pun terus dikampanyekan secara masif oleh jajaran pemerintah, terkhusus pihaknya.

“Penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi pemuda dan pelajar sangat penting dalam upaya mencapai program tersebut,” sebut pria murah senyum itu.

Dia menjelaskan, narkoba sudah menjadi ancaman Sumber Daya Manusia (SDM), serta semakin liarnya isu maraknya peredaran narkoba murah meriah obat-obatan yang mewabah di generasi muda.

“Oleh sebab itu, mari siapkan diri semakin hari semakin berkualitas. Hindari hal-hal yang membuat pelajar kita suram dan mulai malas belajar, serta melawan orang tua dan guru,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1, Paini menyampaikan, pemerintah memberikan perhatian yang besar akan penyalahgunaan narkoba, terutama bagi remaja dan pelajar.

Menurutnya, pelajar harus mampu menangkal dan menjaga diri dari bahaya barang haram tersebut. Apalagi, generasi itu akan menjadi calon pemimpin yang akan membangun bangsa di masa mendatang.

Paini juga mengatakan, dahulu perang dengan menggunakan senjata. Namun saat ini perang dilakukan dengan menghancurkan generasi muda, salah satunya dengan narkoba.

”Narkoba menyerang siapa saja, tidak pandang bulu mulai dari politisi, public figure, orang tua, bahkan sampai anak-anak. Produsen narkoba semakin kreatif dalam membuat varian narkoba, seperti permen dan brownies. Pengedar narkoba banyak menyasar generasi muda,” ungkapnya.

Menurutnya, kedepan menjadikan pelajar sebagai duta diharapkan lebih mudah dalam menyadarkan sesama temannya.

Tak lupa, Paini berpesan kepada peserta penyuluhan untuk berani melaporkan temannya yang menggunakan narkoba pada Kepsek dan orang tua, sehingga mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

”Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki generasi muda yang sehat fisik dan mental. Ini dimulai dengan remaja yang bebas dari narkoba,” pungkasnya.

Dalam acara itu dilakukan sesi tanya jawab dan dihadiri pengurus Komite Sekolah, Arwin HP Silangit. (Purba)