Pelaksana Lapangan Proyek Dinas BMBK Sumut Kabur, Pembangunan Turap di Simalungun Terbengkalai

Pengerjaan proyek Dinas BMBK Sumut di Kabupaten Simalungun dan longsor susulan yang terjadi.

Simalungun, Lintangnews.com | Pelaksana lapangan proyek Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara kabur, pembangunan turap/talud/bronjong pada Jalan Provinsi di Kabupaten Simalungun terbengkalai alias realisasinya tidak sesuai dengan progres kerjanya.

“Teleponnya gak diangkat-angkat, sudah 3 hari. Awalnya kan saya tukang pablikasi besi, jadi saya disini. Yang kabur itu mandornya marga Siregar. Gak bisa dihubungi lagi. Itu lah gak tau. Kalau progesnya terlambat,” beber Poniran selaku pablikasi besi, Jumat (29/10/2021).

Menurut Poniran, alasan dirinya menyatakan kegiatan tidak sesuai dengan progress dihitung dari start kerja awal. “Memang seharusnya kerjanya gak begitu. Seharusnya kan kita buat 5 meter dan dikerjakan. Ini kan dicangkol terus, longsor gak dikerjakan,” imbuhnya.

Dia menyampaikan, penyebab adanya longsor susulan karena kesalahan teknis. Sehingga longsor susulan terjadi dan tidak langsung dikerjakan. “Makanya dari sana yang kami kerjakan itu kan, seharusnya nyambung kemari (ke daerah longsor susulan),” ungkapnya.

Poniran menjelaskan, tapaknya dicor 5 meter dulu dan berlanjut ke dinding hingga seterusnya digali terus oleh pemborong lamanya. “Iya itu Siregar (pemborongnya). Orang-orangnya pun sudah pulang. Saya orang dia (Siregar) juga. Cuma saya kan orang pablikasi besi,” kilahnya.

Sebelumnya. Kepala Dinas BMBK Sumut, Bambang Pardede mengatakan, saat ini pekerjaan dalam proses denda. Dipastikan, jumlah hari denda sesuai real penyelesaian lapangan dan benar-benar selesai.

“Jangan sampai mereka mengurang-ngurangi masa denda real. Mohon monitornya, sebenarnya kapan mereka benar-benar selesai. Dasar itu kami pakai untuk pembayaran uang yang akan mereka terima. Semakin lama tentunya pemotongan semakin besar,” tukasnya.

Diketahui, pembangunan turap/talud/bronjong milik Dinas BMBK Sumut di Simalungun bersumber dari APBD Sumut tahun anggaran (TA) 2021. Besaran pagu kegiatan sebesar Rp 6 miliar lebih, dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender dan CV Pembangunan Nada Jaya sebagai penyedia jasa. (Zai)