Pelaksanaan Proyek Dana Desa ada Kejanggalan, Koordinator PD Kecamatan Siantar Memilih ‘Bungkam’

Koordinator PD Kecamatan Siantar, Kristina dan pekerjaan proyek dana desa di Nagori Silau Malahak yang terhenti akibat ketiadaan bahan material.

Simalungun, Lintangnews.com | Ada kejanggalan pada proyek pekerasan jalan rabat beton, parit pasangan dan tembok penahan tanah di Huta VII Batu V Kayu Manis, Nagori Silau Malahak, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Koordinator Pendamping Desa (PD) Kecamatan Siantar, Kristina justru memilih bungkam saat dikonfirmasi. Meskipun konfirmasi pesan singkat telepon selulernya selama 2 hari berturut turut terpantau terceklis 2 bewarna biru.

Terkait kejanggalan pada proyek itu, Pangulu Nagori Silau Malahak, Mardianto melalui telepon selulernya, Minggu (17/7/2022) membantahnya.

“Trims informasinya pak, nanti saya cari tau orangnya. Kok bicara asalan saja, kebetulan saya di Provinsi Aceh Subulussalam sekarang pak. Sampai hari Rabu dan Kamis kita ketemu untuk konfirmasi,” bantahnya.

Sebelumnya, sejumlah informasi dihimpun di lokasi proyek menerangkan, pengerjaan proyek bersumber dari dana desa Nagori Silau Malahak terhenti karena ketiadaan bahan material dari Pangulu.

Beber narasumber kepada wartawan, sebelumnya ada warga disuruh Pangulu untuk mengerjakannya. Namun begitu mau proyek dikerjakan, warga itu dilarang Pangulu mengerjakan. Alias untuk dikelola Pangulu.

Dan kepada warga itu (narasumber tidak bersedia menyebut nama warga yang dimaksud), Pangulu menjanjikan orang dimaksud sebagai pemasok bahan material saja, seperti batu kerikil pecah, pasir, dan semen.

Akan tapi setelah dimasukkan orang dimaksud batu kerikil sekira 10 ton banyaknya, justru Pangulu memasukkan bahan material serupa.

Akibatnya, warga dimaksud itu kecewa dan tidak mau terlibat lagi pada kegiatan tersebut. Meski para pekerja merupakan orang-orangnya warga tersebut dan kebersamaan itu sudah bertahun-tahun.

“Setelah Pangulu memasukkan batu kerikil pecah, orang itu mengalah dan tidak ingin lagi terlibat. Mungkin mengingat masa jabatan Pangulu akan berakhir pada bulan Agustus mendatang,” beber narasumber.

Disinggung mengapa kegiatan terhenti, narasumber menyampaikan, menurut Pangulu dikarenakan uang untuk anggaran kegiatan belum masuk ke rekening Desa. (Zai)