Siantar, Lintangnews.com | Pelatihan bordir kegiatan pemberdayaan masyarakat Sigulang-gulang di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Yuni Phea diharapkan dilakukan berkesinambungan.
Kegiatan yang dilaksanakan ini selama 20 hari itu dinilai belum cukup memberikan pemahaman secara penuh kepada peserta pelatihan.
“Secara teori belum cukup 20 hari untuk memahami secara penuh, sehingga diupayakan ada pelatihan lagi,” tutur Manondang H Pangaribuan selaku Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sigulang-gulang Mantap, didampingi Sekretaris, Maringan Habeahan dan Bendahara, Harahon Manurung, Senin (21/12/2020).
Sambutannya dalam acara penutupan pelatihan bordir, Manondang berharap, agar pengadaan alat bordir untuk peserta pelatihan juga menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui dana Kelurahan.
“Terima kasih kepada LKP Yuni Phea, semoga kita dapat berkerjasama lagi,” tandasnya.
Ketua LKP Yuni Phea, Yuniar Hutapea melalui Sekretaris, Ramson Sinaga menyampaikan, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pokmas Sigulang-gulang Mantap. Ia berharap, ilmu yang didapat selama pelatihan (7 Desember sampai 21 Desember) dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Ramson juga mengapresiasi acara penutupan pelatihan ini selain Lurah Sigulang-gulang, Guntur H Damanik, kegiatan juga turut dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Siantar Utara dan Ketua TP PKK Sigulang-gulang.
Camat Siantar Utara Hamzah Damanik dalam sambutannya menuturkan, selain melakukan pelatihan menjahit, di Kelurahan Sigulang-gulang juga dilakukan pembangunan drainase.
Ia berharap, peserta pelatihan dapat mempergunakan ilmu yang dari LKP Yuni Phea dapat digunakan sebaik-baiknya.
Hamzah juga sepakat dilakukannya pelatihan bordir secara berkesinambungan. Ia juga sempat menyinggung rencana usulan pembelian alat bordir.
“Jika memang diusulkan untuk membeli alat bordir, coba ditindaklanjuti. Kita paham, jika pelatihan tanpa ada alat untuk memperdalam keahlian itu jelas kurang bermanfaat,” tandasnya sembari menutup acara.
Hanya saja, dalam acara penutupan pelatihan ini ada sedikit yang berbeda. Peserta pelatihan secara tiba-tiba menyerahkan nasi tumpeng kepada Juniar Hutapea.
“Ini sebagai ucapan terima kasih kepada Instruktur pelatihan, yang selalu sabar dan gigih dalam membimbing kami,” tutur Devi Anggaraini salah seorang peserta pelatihan. (Elisbet)


