Pelayanan Disdukcapil Asahan Lambat, Kadis Sebut Mesin Print Rusak  

Kepala Disdukcapil, Suprianto memberikan penjelasan pada wartawan.

Asahan, Lintangnews.com | Kinerja dan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemkab Asahan dikeluhkan masyarakat.

Akibatnya, banyak masyarakat merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak Disdukcapil.

Kekecewaan masyarakat terhadap Disdukcapil bukan tanpa alasan. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Dusun II Desa Air Putih, Kecamatan Meranti , Riama Napitupulu (55).

“Saya mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), karena hilang semua berkas. Kepengurusan sudah dilengkapi, tapi sudah hampir setahun belum juga selesai,” ucapnya, Senin (18/2/2019).

Dirinya kecewa sekali dengan pelayanan Disdukcapil saat ini semakin hari semakin sembrawut. Menurutnya, pelayanan kepengurusan kependudukan harusnya diselesaikan dengan tepat waktu.

“Jangan seperti ini janji-janji tapi tidak siap juga. Setiap datang, ketika ditanya selalu bilang belum selesai. Bulan Februari nanti tepat setahun saya mengurus belum selesai,” kata Riama.

Warga lainnya, Sari yang tinggal di Dusun 1, Desa Sei Kamah juga merasa kecewa dengan pelayanan Disdukcapil.

“Sudah panas-panasan mondar mandir kemari, tapi belum juga selesai. Tiga bulan lebih KTP saya belum selesai. Kenapa semakin hari pelayanan semakin tidak bagus dan kecewa sekali kalau begini terus,” ucap Sari.

Kepala Disdukcapil, Suprianto ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini mesin print sedang rusak  dan diperbaiki di Jakarta. Menurutnya, untuk saat ini kepengurusan KTP masih menunggu.

“Nanti kalau sudah diperbaiki, kita akan selesaikan kepengurusan yang belum selesai,” ucap Suprianto.

Sementara Tokoh Masyarakat Asahan, Hamonangan Siahaan mengatakan, pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Akte Lahir masih lebih bagus dari pada Kadis yang lama.

“Sementara pengurusan admiinistrasi kependudukan seperti KTP morat marit tak jelas kapan selesainya, bisa-bisa 1-2 tahun,” kata mantan anggota DPRD Asahan dari Partai Demokrat itu.

Dia menilai, kemungkinan Disdukcapil tidak mempunyai anggaran kalau hanya untuk menjemput mesin print (mesin cetak) rusak yang dikirim ke pusat. Hamonangan meminta Bupati Asahan untuk lebih serius memberikan anggaran atau SPJ terhadap pegawai Disdukcapil.

“Pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Asahan belum maksimal. Seharusnya pelayanan ini sesuai Standard Operational Procedural (SOP). Ini tentunya demi kepentingan masyarakat Asahan,” ujarnya mengakhiri. (handoko)