
Simalungun, Lintangnews.com | Pembalakan liar dan perambahan terhadap Hutan Lindung Sibatoeloteng kian parah dan tak terkendalikan
“Aksi itu diduga dibackingi para cukong dan aparat terkesan tutup mata, bahkan disinyalir ikut di dalamnya,” ucap sumber, warga Nagori Girsang Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Senin (21/3/2022).
Menurut pria bertubuh tegap ini, alasan terduga pelaku pembalakan liar menguasai lahan Enclave Sitahoan di Girsang, persis berbatasan dengan Hutan Sibatoeloteng guna mengelabui praktek illegal loggingnya. Dan pelaku mirip hanya boneka.
“Pelaku memanfaatkan lahan Enclave Sitahoan tempat memuat hasil jarahannya, cukong ada di belakangnya,” katanya.
Kenyataan itu diakui pula warga Nagori Girsang lainnya. “Saya yakin, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) II Pematangsiantar maupun (Provinsi Sumatera Utara) membiarkan. Dan layak diduga ikut bermain dalam aksi itu, sebab itu mereka tutup mata. Jangan-jangan ada aparatnya,” ujarnya.
Sebut warga ini, saat menerima laporan masyarakat lainnya, KPH II Siantar turun ke lokasi. Katanya untuk mengecek titik koordinat lokasi hutan lindung yang dilaporkan sebagai sasaran pembalak.
Faktanya, titik koordinat lokasi lahan Enclave Sitahoan yang dipublish. Mereka membodohi masyarakat.
“Petugas KPH II Siantar justru membodohi masyarakat dengan menyatakan aksi di luar kawasan hutan,” tukasnya. (Zai)


