Pembangunan Gedung Merdeka dan GOR harus Prioritaskan Karyawan dari Warga Siantar

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Merdeka dan GOR Siantar oleh Wali Kota, Susanti Dewayani dan designnya.

Siantar, Lintangnews.com | Pembangunan Gedung Merdeka dan Gedung Olah Raga (GOR) Kota Siantar telah dimulai.

Pembangunan gedung ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Wali Kota, Susanti Dewayani di pelataran GOR, Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur, Rabu (31/8/2022).

Direktur Utama (Dirut) PT Suriatama Mahkota Kencana, Aldes Mariono mengatakan, pihaknya dari Suzuya Grup mengucapkan terima kasih pada Wali Kota dan Pemko Siantar yang telah memberikan kepercayaan untuk berinvestasi dalam pembangunan Gedung Merdeka dan GOR.

“Ini suatu kebanggaan bagi kami. Saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi dan mensupport pembangunan Gedung Merdeka dan GOR Siantar,” ujarnya.

Sementara itu, Susanti dalam arahannya menyampaikan, pembangunan Gedung Merdeka dan GOR merupakan kerja sama pemanfaatan barang milik daerah, antara Pemko Siantar dengan PT Suriatama Mahkota Kencana tentang optimalisasi tanah GOR Siantar dengan pola pemanfaatan Bangun Guna Serah (BGS).

“Saya katakan penting, karena kerja sama ini akan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang sangat besar untuk Siantar, baik dalam peningkatan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja dan peningkatan perekonomian masyarakat, yang nanti akan mendorong percepatan pemerintah daerah dalam mewujudkan Siantar yang Sehat, Sejahtera dan Berkualitas,” terangnya.

Susanti menambahkan, pembangunan itu juga strategis, karena kerja sama pemanfaatan ini akan menjadi trigger atau pemicu iklim investasi yang kondusif di Siantar.

“Dengan hadirnya pusat perbelanjaan sekelas mall nantinya, akan memicu ketertarikan investor-investor lainnya untuk berinvestasi di Siantar. Karena seperti kita ketahui bersama, kerja sama dengan Ramayana Departement Store adalah kerja sama pemanfaatan barang milik daerah yang paling terakhir pernah dilakukan Pemko Siantar dengan investor, yaitu pada tahun 2004,” jelasnya.

Susanti mengatakan, perwujudan kerja sama dengan PT Suriatama Mahkota Kencana dilatarbelakangi bahwa di era otonomi daerah saat ini, masing-masing daerah dituntut untuk mampu mengembangkan daerahnya dalam segala bidang, termasuk di dalamnya perekonomian, lapangan pekerjaan, serta olahraga.

“Kita juga mengetahui, GOR merupakan sarana olahraga yang harus ada dan wajib di setiap kota besar dan berkembang saat ini. Dikarenakan keterbatasan anggaran dan pentingnya eksistensi Gedung Olahraga, maka Pemko Siantar merasa perlu untuk mengambil langkah strategis, menjalin kerja sama dengan investor sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016,” jelasnya.

Sambungnya, dengan membangun Gedung Serbaguna yang di dalamnya terdapat GOR dan pusat perbelanjaan menggunakan dana investor melalui pola kerjas sama BGS, nantinya akan banyak manfaat yang diterima, baik itu manfaat secara langsung (direct benefits) maupun manfaat secara tidak langsung (indirect benefits).

Manfaat secara langsung adalah peningkatan pendapatan daerah melalui kontribusi tahunan dengan total potensi PAD senilai Rp 20.770.157.000, penerimaan fasilitas GOR dan kantor baru Puskesmas Pardomuan setelah selesai dibangun.

Kemudian, penerimaan pendapatan daerah lainnya dari penghapusan GOR yang lama yaitu senilai Rp 1.046.880.000. Diitambah penyerapan tenaga kerja pada masa pembangunan maupun saat beroperasinya mall tersebut nantinya.

“Kita juga akan mendapat penerimaan melalui pajak dan retribusi daerah dengan beroperasinya Gedung Merdeka,” tambah Susanti.

Sedangkan manfaat secara tidak langsung (indirect benefit) antara lain, masyarakat bisa menggunakan fasilitas olah raga dalam GOR yang dibangun tersebut. Selain itu, masyarakat dan Pemko Siantar bisa menggunakan fasilitas kesehatan di Puskesmas Pardomuan yang baru.

Masyarakat juga bisa menikmati tempat rekreasi yang baru, dan penerimaan seluruh bangunan yang dibangun oleh pihak investor, setelah masa perjanjian kerja sama selesai adalah senilai Rp 234.800.942.000, serta masih banyak manfaat lainnya.

Susanti juga menegaskan kepada pimpinan PT Suriatama Mahkota Kencana untuk mengutamakan perekrutan tenaga kerja atau karyawan dari masyarakat Siantar, baik dalam proses pembangunan Gedung Merdeka, maupun dalam pengoperasian pusat perbelanjaan yang akan dilaksanakan di gedung tersebut.

“Kami meminta kepada pimpinan PT Suriatama Mahkota Kencana agar melaporkan secara berkala jumlah serapan tenaga kerja yang digunakan melalui melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Pemko Siantar,” pintanya.

Susanti pun mengucapkan terima kasih kepada PT Suriatama Mahkota Kencana, DPRD Siantar, Tim Pemanfaatan Barang Milik Daerah dan seluruh stakeholder lainnya yang bekerja bersama dan mendukung terwujudnya pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Merdeka dan GOR.

“Semoga dengan terwujudnya kerja sama ini, akan menjadi trigger bagi investor-investor lainnya untuk mau berinvestasi di Siantar. Kami mengajak seluruh pengusaha dan investor, mari berinvestasi di Siantar,” katanya.

Acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Pematang Siantar beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Lalu, penandatanganan berita acara serah terima gedung, penandatanganan prasasti peletakan batu pertama dan peninjauan maket rencana design Gedung Merdeka.

Turut hadir, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Siantar, Ali Lubis, Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Utari Siregar, Kadis Pariwisata, Kusdianto, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan PT STTC, Alvin, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda. (Rel)