Pemkab Toba Siapkan Perda, 5.000 Pekerja Bakal Masuk Jamsostek  

Bupati Toba, Poltak Sitorus didampingi Sekda, Audi Murphy Sitorus saat menerima audiensi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Sanco Simanullang dan Kepala Cabang Balige, Hendrik Timbul Manullang.

Toba, Lintangnews.com | Pemkab Toba akan mengeluarkan regulasi Peraturan Daerah (Perda) yang mendukung sepenuhnya implementasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Perda itu memastikan perlindungan Jamsostek kepada sebanyak 5.000 orang pekerja rentan, pekerja lintas agama dan pekerja sosial lainya di Kabupaten Toba.

Pekerja yang diberikan perlindungan melalui Perda ini akan mendapat banyak manfaatnya sebagai peserta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Hal itu akan diatur dalam Perda, guna mematuhi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Pekerja yang diberikan perlindungan melalui peraturan daerah ini adalah para petani, pedagang, tukang, para Pendeta, Sintua dari berbagai denominasi Gereja, serta Ustadz hingga para marbot atau penjaga tempat ibadah agama Islam (Masjid).

“Untuk kesempatan pertama kita akan anggarkan di tahun 2022 sebanyak 5.000 orang. Sayang sekali, tahun ini sudah terlambat masuk anggaran,” kata Bupati Toba, Poltak Sitorus dalam keterangan tertulis BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Jumat (5/11/2021).

Tampak Bupati Toba didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Audi Murphy Sitorus saat menerima audiensi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sibolga, Sanco Simanullang dan Kepala Cabang Balige, Hendrik Timbul Manullang.

Dalam rangkaian kegiatan audiensi itu, BPJS Ketenagakerjaan setempat juga melakukan sosialisasi Jamsostek bagi tenaga harian lepas dan honorer di lingkungan PemkaB Toba.

“Saya kira sangat membantu pekerja berpenghasilan kecil, selain iuran yang hanya sebesar Rp 16.800 per bulan dan santunan kematian Rp 42 juta, plus beasiswa sampai kuliah bagi anak waris,” kata Poltak  bersemangat.

Sementara itu, Sanco Simanullang mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendaftaran bagi 5.000 pekerja rentan yang sudah dianggarkan Pemko Sibolga. Dan untuk tahun 2022 Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) sudah menganggarkan 10.000 orang.

“Izin pak Bupati, semangat Pemko Sibolga dan Pemkab Tapteng yang ingin kami sebarkan di Toba ini semoga terwujud di tahun 2022,” pungkas Sanco.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Balige, Hendrik Timbul Manullang mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemkab setempat, sehingga untuk kesempatan pertama telah mengeluarkan Peraturan Bupati untuk  memprioritaskan tenaga honorer menjadi peserta. (Edo)