Siantar, Lintangnews.com | Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Siantar, Susanti Dewayani menyampaikan situasi penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) baik di tingkat global, nasional, provinsi dan daerah sudah mengalami penurunan sejak minggu pertama bulan Maret 2022.
Dimana secara nasional selama pandemi Covid-19, kasus aktif tertinggi terjadi tanggal 15 Februari 2022 yaitu 57.049 kasus dalam 24 jam, dibandingkan dengan kasus tertinggi pada 15 Juli 2021 yaitu 56.757 kasus.
Dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terkait koordinasi evaluasi dan tindak lanjut PPKM Mikro level 3 di Siantar, Susanti menyampaikan, saat ini Siantar menerapkan PPKM level 3 bertujuan untuk melakukan upaya atau antisipasi terhadap perkembangan Virus Covid-19, termasuk varian omicron.
“Selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, ada 2 hal penting yang prioritas harus dilakukan untuk mengurangi laju penularan yaitu pertama, tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan terutama memakai masker. Kedua, meningkatkan capaian vaksinasi sesuai target dan sasaran yang telah ditentukan, sehingga diharapkan terbentuk herd immunity masyarakat,” sebutnya, Senin (7/3/2022).
Plt Wali Kota mengatakan, capaian vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 83,89 persen, dosis 2 sebesar 76,45 persen dan dosis 3 masih 18,1 persen.
Sambungnya, berdasarkan data saat ini, sasaran lanjut usia (lansia) dan masyarakat rentan/umum belum mencapai 70 persen, baik dosis 1 dan 2, sebab penanganan pandemi Covid-19 ini tidak lah mudah.
“Karena wabah ini juga mengakibatkan kematian, ketakutan, serta terganggunya kehidupan sosial ekonomi masyarakat juga membutuhkan upaya-upaya pemulihan sesegera mungkin,” paparnya.
Susanti juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat. Yakni pertama, seluruh instansi dan masyarakat diminta untuk tetap mempedomani peraturan pemerintah tentang pencegahan dan penanganan Covid-19.
Kedua, semua pihak berperan aktif melakukan edukasi protokol kesehatan (prokes) terutama 5M baik terhadap keluarga, saudara dan masyarakat.
Ketiga, mempercepat capaian target vaksinasi yang dilakukan di RS, Puskesmas, ruang publik tempat keramaian, institusi pendidikan, bahkan dengan melakukan kunjungan ke rumah penduduk.
Keempat, melaksanakan pendisiplinan dan penegakan hukum prokes, melalui pendekatan persuasif humanis oleh tim gakum yang terdiri dari Satpol PP, dan unsur TNI/Polri.
Kelima, kepada seluruh Camat dan Lurah agar tetap memperkuat dan mengaktivasi kembali fungsi Posko Satgas Penanganan Covid-19 bersinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas, RT/RW, serta institusi terkait lainnya dalam meningkatkan kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) guna mempercepat deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19.
Keenam, pemantapan data kependudukan terkait sasaran target vaksinasi. Untuk itu perlu kolaborasi dan sinergitas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kelurahan dan Kecamatan.
Ketujuh, Kepada Dinas Pendidikan (Disdik) tetap mempedomani regulasi terkait untuk pemantapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM), pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan prokes yang ketat, serta membentuk Satgas Covid-19 di lingkungan sekolah.
Kedelapan, terkait pengawasan, pengendalian dan mobilitas kegiatan sosial ekonomi masyarakat agar tetap dilaksanakan dengan meningkatkan patroli oleh Tim Gakumdu Satgas Penanganan Covid-19 Kota.
“Terakhir, diminta kepada kita semua agar tetap meningkatkan koordinasi, sinergitas dan saling membantu antar instansi terkait serta menghindari ego sektoral, sehingga penanganan penyebaran Covid-19 terlaksana dengan baik. Sebab kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di lapangan seyogianya dilakukan dengan cepat, tanggap disertai keikhlasan diri untuk membantu sesama,” sebut Susanti.
Selain itu, Plt Wali Kota menyampaikan, saat ini tidak hanya menghadapi bencana non alam pandemi Covid-19. Namun juga bencana alam terkait cuaca ekstrim yang mengakibatkan banjir, tanah longsor dam angin kencang puting beliung pada beberapa lokasi yang mengakibatkan kerugian pada warga yang terdampak.
Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga menyampaikan, dari paparan Satgas dan Dinas Kesehatan (Dinkes), serta arahan Wali Kota untuk penegakan hukum dan penertiban tersebut tetap dijalankan.
“Kami juga sepakat dengan arahan ibu Wali Kota agar tetap patuhi prokes,” paparnya.
Sementara Dandim 0207/SML diwakili Pasi Ops, Kapten Inf Totok Ragil mengharapkan percepatan vaksinasi dosis pertama, kedua, maupun ketiga yang diminta data di Disdukcapil.
“Mari kita mencari data itu. Untuk pelajar, kita harus sinkronkan pendataan terutama pendataan bagi pelajar di sekolah. Intinya bagaimana kita meminta masyarakat terutama kepada lansia agar antusias dalam melakukan vaksinasi,” tutupnya.
Hadir dalam rakor itu, mewakili Kapolres Siantar, Kabag SDM, Kompol Hendrik Situmorang, mewakili Kajari, mewakili Dandenpom I/1 Pematangsiantar, Pasi Gakkum, Kapten CPM S Sembiring, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian dan Camat. (Elisbet)



