Penanganan PMK, Pemko Tebingtinggi Lakukan Percepatan Vaksinasi Hewan Ramuninasia

Foto bersama usai melakukan percepatan vaksinasi bagi hewan ruminansia di Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Dalam rangka penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) penyakit pada hewan yang disebabkan virus pox), Pemko Tebing Tinggi melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian melakukan percepatan vaksinasi bagi hewan ruminansia (hewan pemamah biak/ternak) berkuku genap/belah, Kamis (14/7/2022), di halaman Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan.

Kegiatan itu dihadiri Penjabat (Pj) Wali Kota, Muhammad Dimiyathi bersama Wakapolres, Kompol. Asrul Robert Sembiring, Danramil 13/ TT, Kapten Inf Budiono, Kapolsek Rambutan, AKP H Samosir, Kadis Ketapang dan Pertanian, Marimbun Marpaung, Camat Rambutan, Marwansyah Harahap dan Desmon Simanjuntak mewakili Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Dimiyathi mengungkapkan, hasil penelitian sampai saat ini belum diketahui dampak langsung dari PMK dan LSD terhadap manusia. Namun, pemerintah tidak berhenti untuk terus melakukan penelitian.

Guna menghindari merebaknya permasalahan PMK dan LSD, Pj Wali Kota berharap, adanya kerjasama antara masyarakat peternak dengan Pemko Tebingtinggi.

“Hari ini sifatnya masih launching perdana, mungkin untuk selanjutnya di Kecamatan-Kecamatan lain. Tolong bersama kita bergerak tuntaskan ini, sebelum PMK dan LSD merebak seperti Covid-19. Kepala Lingkungan (Kepling) dan Kelurahan, agar melaporkan apabila ada kasus baru, supaya segera dilakukan antisipasi langkah penanggulangan,” ujar Dimiyathi.

Di sela-sela kegiatan, Pj Wali Kota juga kembali mengingatkan lonjakan kasus Covid-19, khususnya di Provinsi Sumatera Utara.

“Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut pada 1 minggu lalu sebanyak 39 orang sedang dalam perawatan. Namun dalam tempo 1 minggu ini telah mencapai 68 orang, naik hampir 100 persen,” ucap Dimiyathi.

Terkait hal itu, Pj Wali Kota menghimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M.

Dimiyathi juga meminta kepada Camat, Lurah dan Keplinh untuk selalu menghimbau masyarakat jika Covid-19 itu masih ada.

Ucapan terima kasih turut disampaikan Pj. Wali Kota kepada Dinas Ketapang dan Peternakan Sumut yang telah mensupport (mendukung) memberikan bantuan dan diharapkan itu (bantuan) berkelanjutan.

Marimbun Marpaung dalam laporannya menyampaikan, PMK telah menjangkiti 8 ekor hewan ternak di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir dan Mekar Sentosa. Sementara LSD telah menjangkiti 23 ekor hewan di Kelurahan Mekar Sentosa, Karya Jaya dan Tambangan.

Berdasarkan hasil pendataan Dinas Ketapang dan Pertanian, Kota Tebingtinggi memiliki populasi ternak sapi sebanyak 966 ekor, kambing 1.661 ekor, domba 15 ekor dan babi 1.082 ekor.

“Vaksin perdana kali ini akan diberikan sebanyak 100 dosis, dengan perincian untuk Kelurahan Karya Jaya 34 dosis, Mekar Sentosa 19 dosis dan Tanjung Marulak Hilir 47 dosis,” jelas Marimbun.

Menghindarkan PMK dan LSD, Marimbun berharap kepada masyarakat khususnya peternak agar menjaga kebersihan sanitasi, kandang dan merawat ternak, serta memberikan cukup makan dan vitamin

“Melakukan rutin disinfektan, termasuk bagi ternaknya yang terkena PMK dan LSD agar mengisolasinya dari ternak yang sehat,” ujarnya.

Kegiatan dilakukan penyerahan vaksinasi, disinfektan dan Alat Pelindung Diri (APD) oleh Pj Wali Kota kepada petugas vaksinator. Ini termasuk peninjauan ke salah satu tempat pelaksanaan vaksin di Karya Jaya. (Purba)