Penyebab Banjir Bandang, Manager Marihat : Kami sudah Sekuat Tenaga Membantu

Simalungun, Lintangnews.com | Manager PTPN IV Kebun Marihat, Erwin Zuliawan Nasution mengatakan, pihaknya sudah sekuat tenaga membantu terkait banjir bandang yang sudah terjadi berulang kali.

Meski fakta di lapangan, luapan air dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu berulang kali menyebabkan banjir bandang.

Ini mengakibatkan lumpuh totalnya arus lalin penghubung antara Kota Siantar dengan Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Persisnya jalur penghubung yang lumpuh total itu di Pondok 8 Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa.

“Tidak ada kejelasan. Menurut Manager nya, mereka sudah membantu dengan sekuat tenaga,” ucap mantan Ketua Komisi I DPRD Simalungun, Ruslan Purba usai menemui pihak PTPN IV Marihat, Senin (28/10/2019)

Sebelumnya, sejumlah warga Tanah Jawa menuding penyebab berulang terjadinya banjir bandang akibat PTPN IV Marihat tidak memiliki hutan resapan. Warga pun optimis, segala upaya pemerintah membangun akses penghubung jalan itu akan sia-sia alias hanya menghambur-hamburkan uang negara

Itu jika pihak PTPN IV Marihat tidak juga bersedia untuk membangun sebuah waduk pengontrol air secara permanen dalam lahan hgu perkebunan itu.

Menurut warga, sewaktu masih ada perkebunan teh Kasindir, daerah itu tak pernah banjir, sehingga merusak akses penghubung jalan.

“Waktu masih ada kebun teh Kasindir, dulu jarang banjir. Air yang paling banyak itu dari Kasindir. Karena daerah itu hulu,” ujarnya.

Dijelaskan, hutan resapan dimaksud adalah hutan lindung yang merupakan lahan besar terdiri dari kumpulan flora dan fauna. Ini terbentuk secara alami atau tidak merupakan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan.

Tujuannya sebagai sistem penyangga kehidupan, mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, serta mencegah instrusi air. Sekaligus untuk memelihara kesuburan tanah. (Zai)