
Simalungun, Lintangnews.com | Warga ini menjadi terancam keselamatannya akibat tipu daya seorang wanita berinisial Jl. Dia diiming imingi sebagai penerima dana bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sementara Jl bukan pegawai Kementerian Sosial (Kemensos).
RS warga Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Rabu (13/4/2022). Bertempat di ruang Harungguan kantor Pangulu Buntu Turunan memaparkan apa yang telah dia alami, seingga keselamatannya dirasakan terancam.
“Persisnya sekira pukul 4 sore (16.00 WIB), salah seorang wanita ada mendatangi rumahku. Aku tidak mengerti dari mana dia tau alamat rumahku,” ujarnya memulai kisahnya di hadapan Pangulu, Camat, Kabid Dinas Sosial (Dinsos), Koordinator Daerah (Korda) Kemensos di Simalungun dan Kapospol.
“Siapa wanita itu, ada temannya saat datang ke rumah bapak? tanya wartawan yang hadir di ruang Harungguan. “Juli, dia sendiri. Aku juga heran entah darimana dia tau alamat rumahku. Aku saat itu baru nyampe dari bekerja,” sahutnya menanggapi konfirmasi wartawan.
Lalu apa yang terjadi selanjutnya tanya para wartawan. “Ditawarkan apakah aku mau mendapat dana bantuan sosial BPNT. Aku jawab, mau. Kemudian dia melarangku untuk memakai baju, lalu dia sodorkan selembar kertas yang ada tulisannya,” beber RS.
Lanjutnya, sambil menghisap sebatang rokok, dirinya duduk bersila di ruang tamu rumahnya. “Kubaca isi tulisan yang ada di lembaran kertas. Tetapi aku kurang tau apa maksud dan tujuan sebenarnya. Lalu aku baca dan Jl merekam video pakai ponselnya,” ucap RS.
Selanjutnya, Jl menyodorkan lembaran uang kertas senilai Rp 50.000. Kata Jl untuk membeli rokok. “Dan aku tidak tau bahwa itu menjebakku, hingga apa yang dia tulis aku bacakan. Aku katakan bahwa dari 600 (Rp 600 ribu) bantuan dipotong 100 (Rp 100 ribu),” tambah RS.
Dimintai keterangan dari istrinya, boru Siantur dan merupakan penerima manfaat bansos mengatakan, pasca kejadian, dirinya sedang tidak ada di rumah. Sehingga tidak mengetahui kejadian yang menyeret suaminya ke kantor Pangulu.
“Aku saat itu tidak ada di rumah,” ucap istri RS usai suaminya memaparkan kejadian yang dialami di ruang Harungguan Kantor Pangulu. Selanjutnya kompak meminta pertolongan agar dimediasi suaka atau perlindungan dari Pangulu Buntu Turunan.
Selanjutnya sejumlah wartawan mendampingi pasangan suami istri (pasutri) itu menghadap Pangulu Buntu Turunan, Roberton Nainggolan disaksikan Kabid Dinsos Simalungun, Otto Sinaga dan Korda Kemensos Simalungun, P Boru Saragih.
Kemudian, Camat Hatonduhan, Bangun Sihombing. Selanjutnya Kapospol Hatonduhan Polsekta Tanah Jawa, Aiptu W Nainggolan, Bhabinkamtibmas, Aiptu RH Sianturi, serta Babinsa, Sertu Joni yang saat itu turut hadir.
Sebelumnya. P Boru Saragih di lokasi membenarkan adanya perintah tugas Kepala Dinas (Kadis) Sosial Simalungun, Sakban Saragih untuk meluruskan kebenaran isi rekaman video JS yang dikirimkan seseorang padanya. (Zai)


