Simalungun, Lintangnews.com | Sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Simalungun mengaku dihubungi oknum orang dekat Bupati Simalungun terpilih periode 2021-2024, Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) yang meminta agar proyek atau kegiatan pembangunan dan penggunaan anggaran bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2021, agar ditunda hingga dilakukan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Oknum dimaksud menghubungi via telepon seluler maupun pesan siangkat melalui aplikasi WhatsApp (WA).
Menanggapi hal itu, Radiapoh menyampaikan, tidak ada oknum atau siapa pun itu yang disebut-sebut sebagai orang dekat Bupati terpilih diminta menyampaikan pesan terkait pengunaan anggaran agar ditunda, hingga dirinya dilantik.
“Tidak ada kewenangan siapa pun, apalagi mengatasnamakan orang dekat Bupati terpilih untuk melakukan atau menyampaikan hal itu kepada para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Simalungun,” kata Radiapoh.
Dia menuturkan, itu tindakan oknum orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Radiapoh menuturkan, tidak paham tujuan oknum itu melakukannya.
“Namun kita berharap, pimpinan OPD yang mendapatkan pesan melalui telepon seluler maupun WA agar tidak menanggapinya,” sebut Radiapoh.
Terkait pelaksanaan program kerja Pemkab Simalungun tahun 2021, Radiapoh menyarankan, supaya dijalankan sesuai dengan prosedur dan tidak melanggar aturan yang ada.
Ini termasuk pelaksanaan lelang atau tender terhadap proyek pembangunan harus dilakukan sesuai mekanisme. Dan nantinya, apabila masa pemerintahan RHS-ZW sudah dimulai, maka nantinya akan dilakukan evaluasi program yang sedang berjalan.
“Prinsipnya, jika untuk percepatan program pembangunan, silahkan saja dikerjakan sesuai regulasi yang ada. Jangan dibuat program yang terkesan dipaksakan apalagi tujuannya menghambur-hamburkan anggaran, namun tak bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Diingatkan Radiapoh, dirinya bersama pasangannya Zonny Waldi (ZW) tetap pada komitmen akan menjalankan pemerintahan yang baik dan bersih.
“Kami tetap mengingatkan, seluruh tim yang selama ini sudah bersama-sama hingga penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, agar tidak melakukan hal-hal tak benar, terutama dalam hal berkaitan dengan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun aparat pemerintahan,” kata Radiapoh mengakhiri. (Rel/Zai)


