
Siantar, Lintangnews.com | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Siantar melakukan monitoring ke 8 Kelurahan yang akan mengikuti lomba tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Monitoring dilaksanakan mulai Rabu (8/6/2022) hingga Senin (13/6/2022).
Delapan Kelurahan yang mengikuti perlombaan adalah Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba untuk Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dan Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur di kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari untuk Pemanfaatan Lahan Pekarangan (Hatinya PKK), Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara kategori Inspeksi Visual Asam Asetat (Iva Test), serta Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS).
Selanjutnya Kelurahan Sipinggol-pinggol, Kecamatan Siantar Barat untuk perlombaan Posyandu, Kelurahan Mekar Nauli, Kecamatan Siantar Marihat di Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terakhir Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun kategori Tertib Administrasi.
Untuk monitoring ke Kelurahan Setia Negara, Kamis (9/6/2022), PKK Siantar diwakili Ketua III Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga, Nani Sitepu didampingi Ketua Pokja III, Nelli Rita Tobing, Wakil Ketua Joice Simanjuntak, Sekretaris, Nurjannah dan Anggota, Ratna Sibarani.
Kedatangan mereka disambut Ketua PKK Kecamatan Siantar Sitalasari, Murniati Syahrul Ramadhan Pane, Ketua PKK Setia Negara, Erika Irfan, Lurah Setia Negara, Irfan dan pengurus PKK Kelurahan lainnya.
Nani Sitepu didampingi Nelli Tobing menjelaskan, maksud dari monitoring ini untuk membina Kelurahan Setia Negara dengan potensi yang ada dalam mengikuti perlombaan Pemanfaatan Pekarangan Lahan (Hatinya PKK) yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).
Menurut Nani, ini merupakan langkah awal bersama untuk mulai giat kembali. Tim PKK dari Kota, Kecamatan dan Kelurahan saling bekerja sama, bersinergi, serta berkolaborasi dengan baik.
“Dengan monitoring ini, PKK bisa membina sekaligus memaksimalkan potensi dari Kelurahan dan Kecamatan dengan membuat pilot projek sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing,” sebutnya.
Monitoring dibuka dengan kata-kata sambutan memberikan motivasi untuk tetap melakukan yang terbaik meski dengan keterbatasan dana. Dilanjutkan dengan monitoring dan pembinaan ke rumah-rumah warga yang memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam sayur, cabai, buah dan kolam ikan. (Elisbet)


