Proyek Irigasi Dinas PUPR Asahan Rp 600 Juta Lebih Penuh Tambal Sulam dan Gunakan Batu Padas Lama

Asahan, Lintangnews.com | Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan marak tambal sulam dan asal jadi.

Jaringan irigasi yang baru selesai dikerjakan itu sudah mengalami kerusakan, sehingga banyak ditemukan pada bagian irigasi tambal sulam.

Irigasi itu diketahui sepanjang 400 meter, namun disayangkan pengerjaannya diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Akibatnya, kualitas pembangunan irigasi diragukan warga, sehingga warga kecewa dengan hasil pembangunan tersebut. Banyak sudah ditemukan kerusakan dan tambal sulam.

“Pekerjaan dilakukan dengan menghancurkan irigasi lama. Batu padas lama yang digunakan untuk irigasi yang baru. Bagaimana lah mau bagus hasilnya, kalau batu padasnya sudah bekas,” ungkap ST warga setempat, Minggu (27/10/2019).

Menurutnya, baru berapa lama dikerjakan, namun sudah seperti itu hasilnya. Padahal biaya untuk pengerjaannya cukup besar.

“Kami hanya geram saja terhadap pelaksana proyeknya. Pembangunan ini dijadikan ajang korupsi untuk memperkaya diri sendiri bertopengkan rakyat. Kami juga heran kenapa pembangunannya menggunakan batu padas lama, sementara biayanya besar dan sudah pasti kegiatan ini dijadikan ajang korupsi,” tukas Wrt warga lainnya.

Terkait hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Asahan ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris, Fahmi Al Madani via WhatsApp (WA) tidak memberi jawaban. Meskipun sudah dikirimkan konfirmasi dan dibaca, Senin (28/10/2019) sekira pukul 10.23 WIB.

Diketahui kegiatan itu berjudul rehabilitasi jaringan irigasi di Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, berbiaya sebesar Rp 645.000.000, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 yang dikerjakan CV Gemilang Cipta Sarana.

Pantauan lintangnews.com di lokasi, banyak dinding irigasi tambal sulam, keretakan pada irigasi dan menggunakan batu padas lama. (Handoko)