PT Inalum Rayakan HUT ke 43, Ini Sejarah Perjalanannya

Persembahan Tari Batak Toba dalam perayaan HUT PT Inalum ke 43.

Tobasa, Lintangnews.com | Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 43 PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dilaksanakan di pendopo samping rumah dinas Bupati Toba Samosir (Tobasa), Jumat (8/2/2019) malam.

Sebelum memasuki acara perayaan, PT Inalum mempersembahkan tortor tradisi Batak Toba. Perayaan HUT itu dihadiri pihak dari Pemkab Tobasa, Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Samosir.

Plt Direktur Pelaksana PT Inalum, Oggy Ahmad Kosasi menyampaikan, sesudah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditujukan kepada pasar domestik, maka tujuan PT Inalum dengan upaya memanfaatkan potensi Sungai Asahan yang mengalir dari Danau Toba untuk menghasilkan tenaga listrik mengalami kegagalan pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Ini membuat Pemerintah Republik Indonesia bertekad mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sungai tersebut.

“Tekad ini semakin kuat ketika tahun 1972 pemerintah menerima laporan dari Nippon Koei, sebuah perusahaan konsultan Jepang tentang studi kelaikan proyek PLTA dan Aluminium Asahan. Laporan itu menyatakan, PLTA layak untuk dibangun dengan sebuah peleburan aluminium sebagai pemakai utama dari listrik yang dihasilkannya,” sebut Oggy.

Selanjutnya, untuk penyertaan modal pada perusahaan yang akan didirikan di Jakarta, 12 perusahaan penanam modal bersama Pemerintah Jepang membentuk sebuah nama Nippon Asahan Aluminium Co Ltd (NAA) yang berkedudukan di Tokyo pada tanggal 25 November 1975.

Tanggal 6 Januari 1976, PT Inalum, sebuah perusahaan patungan antara pemerintah Indonesia dan Jepang didirikan di Jakarta. Inalum adalah perusahaan yang membangun dan mengoperasikan Proyek Asahan, sesuai dengan perjanjian induk.

Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus saat menyampaikan kata sambutannya.

Menurut Oggy, perbandingan saham antara pemerintah Indonesia dengan Nippon Asahan Aluminium Co Ltd pada saat perusahaan didirikan adalah 10 persen dengan 90 persen.

Lanjutnya, bulan Oktober 1978 perbandingan itu menjadi 25 persen dengan 75 persen. Namun sejak bulan Juni 1987 menjadi 41,13 persen dengan 58,87 persen. Dan sejak 10 Februari 1998 menjadi 41,12 persen dengan 58,88 persen.

Untuk melaksanakan ketentuan dalam perjanjian induk, Pemerintah Indonesia kemudian mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Presiden Nomor 5 Tahun 1976 yang melandasi terbentuknya Otorita Pengembangan Proyek Asahan sebagai wakil pemerintahan yang bertanggung jawab atas lancarnya pembangunan dan pengembangan Proyek Asahan.

“Inalum dapat dicatat sebagai pelopor dan perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak dalam bidang Industri peleburan aluminium dengan investasi sebesar 411 miliar Yen,” ucap Oggy. .

Secara de facto, perubahan status Inalum dari Perusahaan Modal Asiang (PMA) menjadi BUMN terjadi pada 1 November 2013 sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian induk.

Pemutusan kontrak antara Pemerintah Indonesia dengan konsorsium perusahaan asal Jepang berlangsung pada 9 Desember 2013. Dan secara de jure Inalum resmi menjadi BUMN pada 19 Desember 2013 setelah Pemerintah Indonesia mengambil alih saham yang dimiliki pihak konsorsium. PT Inalum (Persero) resmi menjadi BUMN ke 141 pada tanggal 21 April 2014 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2014.

Para undangan yang menghadiri perayaan HUT PT Inalum ke 43.

Tahun 2017, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2017 tanggal 10 November 2017 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Inalum.

Kemudian pada 27 November 2017, pemerintah melakukan penandatanganan pengalihan saham di PT Freeport Indonesia kepada PT Inalum, sekaligus menandakan bahwa Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk dengan PT Inalum (Persero) sebagai Induk Holding, serta PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dam PT Freeport Indonesia sebagai anggota holding.

Tanggal 29 November 2017, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa resmi mengumumkan pengalihan saham pemerintah ke dalam modal saham PT Inalum.

Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus dalam sambutannya menilai, kinerja PT Inalum sangat bagus dan meminta pihak perusahaan supaya memperhatikan masyarakat se kawasan Danau Toba.

“Danau Toba harus kita jadikan destinasi wisata dunian dan menjaganya sebaik mungkin. Saya meminta kepada PT Inalum, jika kita harus bersinergi dalam memajukan destinasi wisata Danau Toba,” sebut Hulman. (frengki)