Tebingtinggi, Lintangnews.com | Puluhan mahasiswa-mahasiswi dan warga mengaku atas nama Gerakan Peduli Rakyat melakukan seruan aksi damai, Senin (11/4/2022) di depan pintu pagar gedung DPRD Kota Tebingtinggi, Jalan Sutomo.
Koordinator Aksi, Dimas Muhammad Yezar menyampaikan tuntutan antara lain, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kenaikan harga bahan – bahan pokok, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen, penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang merupakan tindakan inskonstitusional dan Presiden Joko Widodo 3 periode.
Selesai menyampaikan orasi singkat secara bergantian dan pembacaan tuntutan, Ketua DPRD Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution didampingi Sekertaris DPRD, Saat Nasution dan beberapa anggota dewan menemui mahasiswa di pintu gerbang dengan kawalan ketat polisi dan Satpol PP.
“Dalam tempo 7 hari kami akan menyampaikan tuntutan mahasiswa ke DPR RI,” tegas Basyaruddin.
Usai menyampaikan tuntutan, aksi mahasiswa yang mendapat pengawalan dari Polres Tebingtinggi itu membubarkan diri secara tertib sekira pukul 12.00 WIB. Tampak hadir Kapolres, AKBP M Kunto Wibisono dan sejumlah perwira mengawal aksi itu. (Purba)



