Rutan Balige Berikan Remisi pada 105 Warga Binaan

Kepala Rutan Balige, Leonard Silalahi memberikan remisi pada warga binaan.

Tobasa, Lintangnews.com | Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Leonard Silalahi menyebutkan, dari 356 orang narapidana (napi) atau warga binaan, ada 105 orang yang mendapatkan remisi khusus Idul Fitri 1440 H.

“Beberapa di antaranya bahkan telah diusulkan bebas. Total usulan yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) I dan RK II. Dan ada 2 orang yang langsung bebas,” ujar Leonard saat dikonfirmasi, Rabu (5/6/2019).

Sebanyak  105 napi yang mendapatkan remisi berasal dari kasus tindak pidana umum dan pidana khusus.

Menurut Leonard, pemberian remisi ini adalah hak napi sesuai Pasal 34 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012.

Ia menjelaskan, usulan itu diajukan untuk napi yang dianggap telah memenuhi syarat yakni, berkelakuan baik dan telah menjalani pidana minimal 6 bulan penjara.

“Yang memutuskan itu semua Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kami hanya mengusulkan saja berdasarkan syarat yang telah ditetapkan negara. Pembacaan remisi itu kami lakukan usai Sholat Idul Fitri,” ujar Leonard.

Para napi yang mendapatkan pengurangan masa hukuman bervariasi, mulai dari 15 hari, 1 bulan, 1 bulan 15 hari, hingga 1,5 bulan.

Kepala Rutan Balige, Leonard Silalahi bersalaman dengan warga binaan yang menerima remisi.

Saat ini,  jumlah penghuni Rutan Balige sebanyak 356 orang. Jumlah warga binaan beragama muslim sebanyak 145 orang dan mendapakan remisi 105 orang. Di antara 105 orang itu terkait PP Nomor 99 Tahun 2012 ada 13 orang. Dan 2 orang langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Sebelum pemberian remisi, warga binaan mengikuti Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H.

Khatib yang memimpin Sholat Idul Fitri meminta para penghuni Rutan untuk menjadikan Hari Raya Kemenangan Ini sebagai momentum untuk menata kembali kehidupan yang baru, setelah terjerat berbagai persoalan masa lalu yang kelam dan tak perlu diulang.

“Gunakan momentum Hari Raya Idul Fitri ini untuk bisa bertobat dan mulai mencinta sesama merajut, serta kembali hubungan yang rukun dan damai,” pinta Ustadz.

Ia mengatakan, umat Muslim untuk tidak hanya memikirkan hal-hal bersifat duniawi yang membuat banyak orang jatuh dalam keterpurukan, lalu melupakan kepada yang maha pencipta.

“Apabila kita banyak memikirkan hal-hal yang duniawi dan terlalu mencintai dunia, maka akan tenggelam dalam kehidupan dunia yang banyak kebusukan. Apabila kita banyak mengingat Tuhan, maka pasti selamat dalam mengarungi kehidupan dunia ini yang banyak tantangan ini,” tegasnya.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, seluruh warga binaan bersalaman dengan  Kepala Rutan, Leonard Silalahi. (purba)