Simalungun Butuh Perbaikan, Wagner Damanik Sosok yang Tepat Memimpin

Wagner Damanik.

Simalungun, Lintangnews.com | Hingga saat ini semua mengetahui secara pasti bahwa sebenarnya Pemkab Simalungun belum juga pulih dari defisit keuangan yang melanda.

Pengamat Sosial dan Politik di Simalungun, Econ Ambarita menuturkan, jika membaca pemberitaan di media massa, hampir setiap hari ada saja berita-berita negatif didapatkan, seperti ribut merebut kekuasaan, para wakil rakyat menggunakan uang rakyat untuk memperkaya diri dan menghambur-hamburkan hanya untuk melakukan studi banding keluar kota tanpa ada hasil yang jelas dan memiliki dampak yang bisa dirasakan masyarakat.

Ini belum lagi ada masalah-masalah lain yang saling menyalahkan, dan akhirnya mencoba menyelamatkan dirinya masing-masing. Tidak ada lagi kepercayaan dan kerja sama yang baik bisa dilakukan antara pemerintah dan rakyat nya.

“Itulah kondisi dan fakta yang terjadi di Simalungun. Kita menyerap informasi negatif ini secara konsisten dan melihatnya dari sudut pandang g negatif tentang kondisi Simalungun yang memprihatinkan. Akhirnya akan merasa pesimis, kita tidak lagi bisa meyakini Simalungun bisa bangkit, maju dan besar seperti Kabupaten lainnya,” papar Econ, Selasa (21/1/2020).

Dia menilai, akar masalah yang sesungguhnya terjadi ada pada diri masyarakat, bukan karena ekonomi yang sedang defisit. Ini ditambah dengan para pejabat yang tidak bisa bekerja secara baik dan tidak berpihak kepada masyarakat. Akar masalah nya adalah kembali kepada diri kita masing2.

Econ menilai, akibat terpola dengan informasi-informasi dan terbiasa gaya hidup yang ada dan akhirnya terkondisikan, sehingga memunculkan semua ini. Menurutnya, kesalahan ada pada letak pemerintahan nya dan itu yang nyaris menjadi sebuah kegagalan. Ketidakberhasilan itu ibarat tidak memiliki pilihan untuk bisa sukses.

“Selalu melakukan pembenaran dan mencari alasan. Padahal karena memang tidak mampu dan tak bisa. Semua fakta yang diutarakan dan alasan yang dibuat memang betul. Semuanya adalah fakta-fakta yang terjadi di lingkungan kita,” paparnya.

Menurutnya, itu lah yang menyebabkan kenapa Simalungun masih terpuruk saat ini. Karena mental berfikir masih mental 3M yaitu Menyalah kan orang lain, Mencari alasan dan Melakukan pembenaran.

“Jika mental para pejabat di Simalungun sebagian besar masih mental 3M, sampai kapan pun Simalungun (Tanoh Habonaron Do Bona) ini tidak akan maju. Jadi harus dimulai dari perbaikan mental pribadi pemimpin dan para pejabat nya. Tidak akan ada perubahan pada sebuah Kabupaten/Kota jika pemimpin dan para pejabat nya tidak merubah dirinya, cara pandang dan mental berfikirnya,” sebut Econ.

Terkait tahun ini ada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, termasuk Kabupaten Simalungun salah satunya, Econ berharap, semoga masyarakat dapat bijak memilih calon pemimpinnya untuk beberapa tahun ke epan. Menurutnya, masyarakat dapat melihat rekam jejak dan memilih yang terbaik di antara yang baik.

Dari seluruh kandidat Bakal Calon (Balon), banyak masyarakat mengklaim sosok Wagner Damanik yang cocok dan tepat untuk memimpin Simalungun kedepan ya. Seorang Jenderal yang ikhlas pulang ke kampung halaman nya hanya untuk memperbaiki, membangun dan memberi yang terbaik buat Simalungun.

“Saya sependapat dengan masyarakat, jika sosok Wagner lah yang terbaik di antara yang baik itu. Tugas berat sudah menanti jika kelak Wagner diberi kepercayaan untuk menjadi Pelayan (Parhobas) di Simalungun,” tukasnya.

Econ menilai, Wagner harus segera mereformasi sistem birokrasi di Simalungun dan itu yang utama. Sebab jika tidak, maka Simalungun dipastikan akan terus begini. Selain menghindari defisit, maraknya pungutan liar (pungli) juga harus menjadi sorotan utama Wagner.

“Dari segi kemampuan, tak ada seorang pun yang meragukan Wagner Damanik. Maka wajar apabila masyarakat semakin percaya dan mencintainya,” sebut Econ mengakhiri. (Rel)