Status Udara di Asahan Disebut Tidak Sehat, Dua Pejabat Kadis Angkat Bicara

Kondisi Jalinsum di Kota Kisaran karena kabut asap. (heru/LN)

Asahan, Lintangnews.com | Dampak dari kabut asap yang menimbulkan polusi udara di Kabupaten Asahan sebagai akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menembus angka 182 AQI (Indeks Kualitas Udara), dengan PM 2,5, status golongan 3 atau tidak sehat.

Menanggapi hal itu, Kadis Lingkungan Hidup Pemkab Asahan, Bambang didampingi Kepala Laboratorium, Tavy Juanda mengatakan, untuk saat ini pihaknya tidak mempunyai alat pengukur udara Air Quality Monitoring Systems (AQMS), sehingga untuk referensi pihaknya menggunakan aplikasi pengukur udara dari Smartphone, untuk gambaran kondisi polusi udara karena kabut asap.

“Kita mendapatakan hasil aplikasi ini, pukul 12.30 WIB, menunjukkan angka 182 AQI dan PM 2,5, dan tergolong tidak sehat yang mana angka ini terus berubah dengan kondisi cuaca,” ujar Bambang.

Menurutnya, untuk ukuran udara dalam kategori baik mulai 0-50 AQI, sedang 51-100 AQI, tidak sehat 101-199 AQI, sangat tidak sehat 200-299 AQI, dan berbahaya 300-500 AQI. Sehingga dalam hal ini pihaknya menyarankan kurangi aktivitas keluar rumah dan selalu menggunakan masker.

“Kita akan terus memantau keadaan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga dampak asap ini benar benar hilang,” ujarnya.

Terpisah Kadis Kominfo Asahan Rahmat Hidayat Siregar menuturkan, pihaknya masih melakukan konsultasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, terkait perlunya libur sekolah karena kabut asap ini.

Menurutnya, kemungkinan bila sekolah perlu diliburkan adalah wilayah Asahan atas. Ini karena wilayah itu dinilai lebih parah kabut asap dibandingkan Asahan bawah.

“Konsultasi masih dilakukan dengan dinas dinas terkait hingga terkait diambil tindakan untuk meliburkan sekolah perlu atau tidak,” ungkap Hidayat. (Heru)