Tahap I Bendung dan Saluran Suplesi di Asahan Selesai Dikerjakan, Ini Penjelasan BWSS II 

Awak media beserta pihak BWSS II melihat bendung tahap I yang telah selesai dikerjakan. 

Asahan, Lintangnews.com | Tahap pertama pembangunan bendung dan saluran suplesi di Desa Sei Silau, Kabupaten Asahan dengan nilai anggaran Rp 200 miliar yang dikerjakan PT Wika-Modern KSO telah selesai dilaksanakan, yang merupakan proyek strategis nasional (pornas) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini merupakan pekerjaan tahap I lalu, untuk tahap II belum masih menunggu dari Kementerian. Selanjutnya akan ada tahap III dengan nilai anggaran yang berbeda-beda,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Indra Kurnia di kantornya saat menerima kunjungan sejumlah wartawan, Kamis (3/3/2022).

Indra menjelaskan, untuk pekerjaan tahap II belum bisa terlaksana, karena anggaran belum ada dari Kementerian PUPR. Dia mengatakan, tahap II merupakan pelebaran juga pendalaman Sungai Bunut dan tahap III saluran suplesi Bunut-Beluru.

“Dampak positif dengan terselesaikannya bendung pada 10.700 hektar lahan  persawahan di Sei Silau, dimana air akan mengaliri daerah irigasi terdiri dari Sei Bunut 5250 hektar dan pengembangan menjadi 8.550 hektar, Sei Beluru seluas 750 hektar dan pengembangan menjadi 2.250 hektar,” ungkap Indra.

Lanjutnya, jumlah anggaran pada tahap I sebesar Rp 200 miliar lebih, sementara tahap II direncanakan Rp 398 miliar, meliputi pelebaran dan pendalaman Sei Bunut sepanjang 24 Km dengan luas 110 hektar, jembatan dan box culvert serta jalan inspeksi sepanjang Sei Bunut

Indra juga menyampaikan, dukungan Pemkab Asahan pada proyek nasional itu hingga terselesaikan tepat waktu, karena bermanfaat pada petani padi di Asahan.

“Dalam proses berjalannya pekerjaan pasti ada persoalan yang dihadapi, seperti perlunya pembebasan lahan di sejumlah titik yang dituju. Maka dengan itu, pembebasan lahan harus jelas, apabila terjadi persoalan kita serahkan pada pihak Pengadilan,” ungkapnya sembari mengakui bendungan tahap I telah berfungsi. (Heru)