Tebar Informasi Bohong, Kepsek SMPN 1 Gunung Malela Panggil Sejumlah Guru ke Ruang Kerjanya

Wakasek, Kanur Manik, Kepsek SMPN 1 Gunung Malela, Donna Pandiangan dan guru kelas, Taufiq.

Simalungun, Lintangnews.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Donna Pandiangan memanggil sejumlah guru ke ruang kerjanya, Senin (9/5/2022).

“Saya harus bikin (buat) itu lagi ijin ke Koordinator Wilayah (Korwil), baru saya buat proposalnya nanti berapa taksasi biaya,” kata mantan Kepsek SMPN 3 Jorlang Hataran ini.

Disampaikan sebelumnya sejumlah guru mengakui, pihak sekolah telah memperoleh ijin dari Korwil.

Istri Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun, Zocson Silalahi ini langsung berdiri memanggil 2 orang guru SMPN 1 Gunung Malela.

“Kak bolon, panggil dulu siapa. Pak Manik kah?  Pak Taufiq kah? Pak Taufiq, pak Taufiq. Sini dulu pak Taufiq,” kata Donna memanggil bawahannya.

“Pak? Apakah kita untuk jalan jalan itu sudah tau Korwil? Kita masih minta persetujuan dari orang tua murid. Hanya itu, kenapa pula ada ijin dinas? Panjang lagi ceritanya. Apa kata Pak Korwil? Biar saya telepon dia? Setelah terkumpul itu, baru kita bikin lah proposal ke Korwil,” lanjut Donna.

Menurutnya, setelah itu dibuat taksasinya dan tujuannya kemana. “Acc (setuju) Korwil baru lah. Barusan menelpon, proposal saya belum masuk pak?,” tukasnya.

Disinggung apakah pihak sekolah membatalkan pungutan sebesar Rp 400.000 per siswa kelas 9 untuk pembiayaan piknik perpisahan ke Berastagi, Kabupaten Karo, Donna menegaskan, harus dibatalkan.

“Harus saya batal kan. Karena proposal saya belum masuk sudah ribut, malas aku. Malas aku,” ulangnya.

Sebelumnya, Taufiq sebagai guru kelas diketahui Wakil Kepsek Bidang Humas, Kanur Manik dan 2 orang guru perempuan lainnya mengatakan, pungutan sebesar Rp 400.000 per siswa atas seijin Kepsek. Dan telah diijinkan Korwil Pendidikan Kecamatan Gunung Malela.

“Ijin ada dari Korwil, Kartoyo.  Ibu Kepsek sudah berceritera, katanya dari Korwil dulu minta ijin, baru dari dinas,” beber Taufik.

Menurut Taufiq, pungutan yang telah dilakukan pihak sekolah telah mendapatkan persetujuan dari para orang tua murid.

Peruntukannya yakni, sebesar Rp 125.000 untuk pembelian tiket masuk ke Mickey Holiday di Berastagi, termasuk karcis masuk guru-guru.

Kemudian sewa bus Intra sebanyak 6 unit, ditambah pembiayaan makan dan membelikan cinderamata perpisahan pelajar kepada guru-guru. (Zai)