Tebingtinggi masih Aman dari Dampak Virus Babi

80
Daging babi yang dijual di Pasar Hongkong Kota Tebingtinggi.

Tebingtinggi, Lintangnews.com | Dampak dari meluasnya berita terjangkit virus hog cholera atau kolera babi, penjualan akan binatang kaki 4 itu mulai menurun di Pasar Hongkong, Jalan Veteran, Kota Tebingtinggi.

Pengakuan dari salah seorang pedagang babi yang mengaku bernama Alun, jika penjualan daging babi itu kian mulai turun sejak sepekan ini dan harga pun begitu juga.

Bila kondisi ini terus berkelanjutan, pedagang babi bisa merugi terus menerus.Malah kami bisa gulung tikar.Biasanya, penjualan daging babi seharinya bisa mencapai 8-10 ekor. Namun sejak adanya berita virus babi,warga yang datang ke pasar bisa dihitung untuk membeli daging babi,” sebutnya, Sabtu (2/11/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Pemko Tebingtinggi, Marimbun Marpaung melalui Norman mengakui, berita virus babi belum terjadi di Tebingtinggi.

“Sampai hari ini masih aman virus itu dan belum ditemukan,” sebut Norman melalui telepon seluler.

Ditempat terpisah, salah seorang warga, Pak Maria mengaku, sudah 5 hari ini tidak mengkonsumsi daging babi pasca merebaknya virus babi. Dirinya berharap, agar hal ini cepat ditangani dinas terkait bila ditemukan ada virus bagi di Tebingtinggi. (Purba)