Tinjau Ujian Seleksi P3K Tenaga Guru, Ini Pesan Bupati Simalungun

Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga saat meninjau pelaksanaan ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) guru tahun 2021.

Simalungun, Lintangnews.com | Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga meninjau pelaksanaan ujian seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) guru tahun 2021 di SMK Swasta Teladan Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Senin (13/9/2021).

Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi didampingi Kadis Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Wasin Sinaga, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pengeloaan Sumber Daya Air (PSDA), Jamahaen Purba, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik), Parsaulian Sinaga, Camat Tanah Jawa, Patolan Sidauruk dan Danramil Tanah Jawa.

Bupati menyampaikan kepada peserta untuk tetap semangat dan selalu menjaga kesehatan. “Tetap semangat ya,  jaga kesehatan, jalankan protokol kesehatan (prokes) dan diharapkan semua berhasil,” ujarnya.

Kadis Pendidikan Simalungun melalui Sekretaris, Parsaulian Sinaga mengatakan, jumlah peserta seleksi peneriman pegawai P3K jabatan guru diikuti 2.103 orang dan dilaksanakan mulai tanggal 13-17 September 2021.

Lokasi ujian kompetensi dilaksanakan di SMK Swasta Teladan Tanah Jawa,  SMA Negeri 1 Bandar dan SMA Negeri 2 Bandar. Ujian dilaksanakan dalam 2 sesi,  mulai pukul 08.00 WIB (sesi pertama) dan pukul 13.00 WIB (sesi kedua), dengan waktu ujian selama 170 menit.

“Di SMK Swasta Teladan ada 4 ruang ujian, di SMAN 1 Bandar 6 ruang dan SMAN 2 Bandar ada 4 ruang, sehingga total ruangan yang digunakan untuk ujian sebanyak 14 ruang. Setiap ruang diikuti 20 orang peserta per sesi dan sistem ujian CAT UNBK (sistem ujian komputer online),” terang Parsaulian.

Menurut Parsaulian, seleksi P3K jabatan guru dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Dalam ketentuan peserta diwajibkan hadir 1 jam sebelum ujian, membawa surat sweb antigen, kartu vaksin dan memakai double masker serta face sild.

“Sampai saat ini dari hari pertama (Senin) di SMK Teladan Tanah Jawa yang tidak hadir sesi pertama dan kedua berjumlah 7 orang,” jelas Parsaulian. (Rel /Zai)