Tanjungbalai, Lintangnews.com | Perpanjangan masa kepemimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tanjungbalai karena pandemi Covid-19, seharusnya berakhir tahun 2020 lalu.
PDM Tanjungbalai kembali menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) ke 6. Ini bersamaan dengan Musyda Aisyiyah ke 5 pada 16 Juli 2023 di pendopo rumah dinas Wali kmKota Tanjungbalai untuk masa bakti 2022-2027.
Sebelum Musyda, pada tanggal 15 juli 2023 malam diadakan pembukaan yang dihadiri oleh Wali Kota Tanjungbalai, Waris Tholib dan anggota DPRD Artati dari Partai Golkar.
Begitu juga berapa Anggota DPRD Kabupaten Asahan, termasuk DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Amanat Nasional, Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kota Tanjungbalai, pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah wilayah Sumut dan lain-lain.
Dalam sambutannya, Waris Tholib mengatakan, warga perserikatan Muhammadiyah adalah organisasi islam tertua dan terbesar di Indonesia yang hadir untuk memperbaiki pendidikan.
Dia berharap, pengurus baru yang terpilih mampu bersinergi dengan Pemko Tanjungbalai untuk membangun kota itu ke arah yang lebih baik.
“Muhammadiyah adalah ormas Islam tertua dan terbesar yang ada di Indonesia. Hadirnya untuk memperbaiki dunia pendidikan dan memperbaiki aqidah islam yang lebih baik. Semoga pengurus yang terpilih nanti mampu bersinergi dengan pemerintah untuk membangun Kota Tanjungbalai kearah yang lebih baik” harapnya.
Dalam musyda itu, Firdaus terpilih menjadi Ketua PDM dan Azizah sebagai Ketua Aisyiyah Kota Tanjungbalai masa bakti 2022-2027.
Ahmad Junaidi Ketua demisioner PDM kepada wartawan mengatakan, bersyukur karena perserikatan Muhammadiyah Tanjungbalai telah melakukan musyawarah untuk memilih pengurus atau pimpinan dalam ruh islami.
Dirinya yakin, pengurus yang baru akan mampu meneruskan cita,-cita KH Ahmad Dahlan. (Elda)



