Warga Sidikalang Meninggal di RS Martha Friska, Tim Covid-19 Simalungun Rapid Test Warga Mardinding

Pelaksanaan rapid test terhadap ratusan warga Nagori Mardinding Kecamatan Pamatang Silimahuta.

Simalungun, Lintangnews.com | Tim tanggap darurat percepatan penanganan Corona Virus Disaese 2019 (Covid-19) Kabupaten Simalungun melaksanakan rapid test terhadap ratusan warga di Nagori Mardinding, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Senin (13/4/2020) kemarin.

Itu karena 1 orang warga Sidikalang Kabupaten Dairi, Repina Pakpahan (63) meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Martha Friska Medan. Selanjutnya pihak RS Martha Friska mengebumikan jasad korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simalingkar, Minggu (12/4/2020).

Hal itu dibenarkan Kepala Puskesmas (Kapus) Pamatang Silimahuta, Chrisanti Lewi Yana Sitepu, Selasa (14/4/2020). “Telah dilakukan pemeriksaan terhadap keluarga yang kontak dengan pasien yang terduga infeksi Covid-19,” sebut Chrisanti.

Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan rapid test kepada keluarga pasien RS Martha Friska di Nagori Mardinding (kontak serumah dan kontak sekitar) di wilayah kerja Puskesmas Pamatang Silimahuta terhadap 100 orang, dimana hasilnya negatif Covid-19.

“Telah dilakukan pemeriksaan rapid test kepada keluarga pasien, Repina Pakpahan (kontak serumah dan kontak sekitar) wilayah kerja Puskesmas Pamatang Silimahuta. Hasilnya negatif Covid-19,” ungkapnya.

Dikatakan Chrisanti, jika Senin (6/4/2020), Repina Pakpahan berangkat dari Sidikalang untuk berobat ke klinik swasta di Merek, Kabupaten Karo. Lalu disarankan berobat jalan dan dirawat di rumah saja.

Karena rumah bersangkutan jauh di Sidikalang, atas saran keluarga pasien, akhirnya dirawat di rumah menantunya, Ober Sinaga (39) warga Nagori Mardingding. Selama perawatan di rumah itu, pasien diobati tradisional memanggil tukang urut.

Setelah 2 hari tidak ada perubahan kesehatannya, lalu dibawa kembali ke klinik swasta itu dan diopname (rawat inap) selama 2 hari. Selama opname di klinik, dokter menganjurkan untuk periksa darah dan urine. Hasilnya dokter mendiagnosa Demam Berdarah Denque (DBD), ginjal rusak dan asam lambung.

Selanjutnya dokter langsung merujuk Repina Pakpahan ke RS Efarina Etaham Berastagi, Sabtu (11/4/2020) pagi. Sesampainya di RS Efarina Etaham, pasien langsung ditangani dokter.

Kemudian dilakukan pemeriksaan atau rontgen dan diambil sampel darahnya untuk rapid test. Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, pasien dirujuk ke RS Martha Friska Medan. Dan Minggu (12/4/2020) pasien meninggal dunia.

“Minggu (12/4/2020) telah diterima laporan dari Bidan Desa (Bindes) Mardinding, jika di RS Martha Friska telah meninggal Repina Pakpahan warga Sidikalang dengan diagnosa Covid-19. Dan langsung dikuburkan di TPU Simalingkar,” tukas Chrisanti. (Zai)