Program Pamsimas di Jorlang Hataran Menambah Beban Warga

Simalungun, Lintangnews.com | Kehadiran program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pasimas) di Kampung Belek, Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, justru menambah beban warga.

Ketika tahap pembersihan umbul yang merupakan sumber air untuk dialirkan ke bak penampungan dan didistribusikan ke rumah warga di Kampung Belek, masing-masing Kepala Keluarga (KK) justru ada pengutipan.

“Hape tikki pahiashon umbul, gotong royong do hami. Alai diikutip tong per KK (Padahal sewaktu pembersihan umbul, kami gotong royongnya. Tetapi dikutip juga per KK nya,” ungkap seorang warga boru Siahaan ditemui di depan rumahnya, Sabtu (26/10/2019) kemarin.

Pengutipan itu dengan dalih pembersihan umbul yang lokasinya jauh dari pemukiman dilakukan perangkat Nagori Bah Sampuran melalui Gamot atau Kepala Dusun di Kampung Belek sebesar Rp 200 ribu per KK.

“Per KK Rp 200 ribu dikutip. Gamot na mengutip tu setiap KK marga Sianipar (Per KK Rp 200 ribu. Gamot yang mengutip ke setiap KK bermarga Sianipar),” sebut istri dari marga Manihuruk itu seraya menunjuk ke arah Gamot.

Diketahui, Kampung Belek yang berjarak sekira 3 kilometer dari Jalan Siantar-Parapat itu memiliki sebanyak 46 KK, dengan ragam jenis rumah yakni, semi permanen dan permanen.

“Goar na Kampung Belek. Anggo dison adong sekitar 46 KK. Godangan pangula warga dison. Alai tega do muse dikutip (Namanya Kampung Belek. Kalau di sini ada sekitar 46 KK. Kebanyakan berladang warga di sini. Namun teganya dikutip),” papar warga lainnya bermarga Siahaan.

Selain itu, mengenai adanya pengutipan di balik program Pamsimas itu menjadi buah bibir khususnya warga Kampung Belek. “Nunga sihataan mengenai kutipan I di Kampung Belek (Sudah pembicaraan mengenai kutipan ini di Kampung Belek),” jelas pria berambut ikal itu.

Ironisnya, masing-masing KK yang terjadi pengutipan, Gamot tidak ada memberikan kwitansi atau catatan sebaga bukti dan pegangan bagi warga. “Anggo bukti naung dikutip hami dang adong ilean (Kalau bukti yang sudah dikutip kami, tak ada dikasih Gamot),” kata boru Siahaan lagi.

Sebelumnya, seorang warga mengaku boru Nainggolan membenarkan adanya pengutipan di balik kehadiran Pamsimas. “Olo diikutip. Sude diikutip (Iya dikutip. Semua dikutip),” ucapnya, seraya berjalan menuju rumahnya usai mencuci peralatan dapur di saluran air.

Terpisah, Camat Jorlang Hataran, Ricard Girsang saat dikonfirmasi wartawan via sambungan telepon seluler, mengatakan akan turun langsung ke Kampung Belek.

“Terima kasih infonya ya bang. Saya nanti ke sana untuk langsung mempertanyakan kepada warga sekaligus menghubungi Pangulu,” ujarnya, dengan suara terdengar kaget. (Zai)