4 Kades dan Tomas Sepakat Pertahankan Lapangan Sepak Bola ‘Tumpass’ Deli Serdang

111
Foto bersama usai rapat di lapangan sepak bola Tumpass.

Deli Serdang, Lintangnews.com | Tiba-tiba ada pihak yang memasang plang kepemilikan lahan di lapangan sepak bola ‘Tumpass’ (Tumpatan, Pasar V, Araskabu dan Sidourip) di Dusun Karya Desa Araskabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.

Pemasangan plang itu membuat para Kepala Desa (Kades), Tokoh Masyarakat (Tomas), pengurus sepak bola dan anak bola, menjadi gaduh dan marah. Pasalnya lapangan itu sudah dipakai masyarakat sejak tahun 1974. Namun tiba-tiba ada yang mengakui miliknya.

Atas dasar itu, pada Minggu (6/10/2019), mereka mengelar rapat di lapangan tersebut, untuk menentukan sikap. Rapat itu dihadiri Kapolsek Beringin yang diwakili Kanit Binmas Ipda Jalijar, Serda R Siregar mewakili Danramil 23/Beringin, beserta puluhan tokoh dan pemerhati sepak bola.

Saksi sejarah lapangan sepak bola yang juga mantan Kades Araskabu, Ok Safarudin mengatakan, pada tahun 1974 tanah lapangan itu luasnya 12 rante telah diukur dan diserahkan kepada masyarakat dari 4 Desa, yakni Desa Tumpatan, Pasar V Kebun-kebun, Araskabu dan Sidourip.

Pada saat itu penyerahannya, tidak memakai surat, hanya diserahkan begitu saja. Dan dipakailah oleh masyarakat untuk bermain bola sejak tahun 1974 hingga sekarang.

Namun seiring berjalan pesatnya pembangunan, apalagi tanah ini berdekatan dengan Bandara Internasional Kualanamu, tiba -tiba ada segelintir orang ingin menguasai tanah lapang ini dengan memasang plank bahwa mereka sebagai ahli waris dari pemilik tanah ini. “Tentu kita tidak terima,” ujar Safarufdin.

Sementara itu Kanit Binmas, Ipda Jalijar mengajak para Kades dan Tomas untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin melalui mufakat, serta jangan sampai ke jalur hukum.

“Kalau ini memang tanah kita, ya pegang kuat-kuat, akan tetapi lengkapi lah surat-surat kepemilikannya. Bukan tidak mungkin ada orang lain lagi nantinya yang mengakui tanah itu miliknya. Jadi kalau ini memang tanah masyarakat empat desa tersebut, ya berjuang lah agar tanah ini bisa legal dan anak-anak pun bisa main bola dengan tenang,” tuturnya.

Pengurus sepak bola ‘Tumpass’ yakni, Zaman Sahputra mengucapkan terima kasih pada para Kades, tomas dan Muspika Kecamatan yang telah membantu mencari jalan keluar penyelesaian tanah lapang itu.

Adanya lapangan itu dinilai banyak membawa dampak positif bagi anak-anak remaja. Selain menjauhkan mereka dari narkoba, beberapa anak-anak dari SSB Tumpas sudah ada yang bermain untuk tim Barito Putra atas nama Amirul (16).

“Ada juga yang bermain di Spanyol, yang dipinjam Asiop Apacinty atas nama Dinas Aria Pramuja (12) dan Dwi Iqbal fahrezy (16) bermain untuk PSMS Medan,” ungkapnya.

Ok Safarudin menambahkan, agar keempat Kades terus berjuang melalui administrasi menerbitkan surat tanah ini melalui Camat hingga ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). (Idris)