Humbahas, Lintangnews.com | Kegiatan bimbingan tehnik (bimtek) Desa yang dilakasanakan di Hotel Martin Anugerah Jalan Bakara, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) beberapa minggu lalu oleh lembaga Pusat Pelatihan dan Sosialisasi Kebijakan Pemerintah (P2SKP) diduga hanya ingin mengambil keuntungan besar.
Dimana kegiatan itu memungut biaya per orang sebesar Rp 3,5 juta. Diketahui 2 orang dari setiap Desa mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 3 hari.
Ketua Panitia kegiatan Bimtek Desa yang dikonfirmasi awak media, selalu menghindar dan tidak kunjung pernah bisa berhasil untuk dikonfirmasi.
Namun, beberapa anggota panitia yang tidak mau menyebutkan namanya, mengaku bahwa mereka diajak Ketua Panitia secara tiba-tiba.
“Kami hanya anggota panitia, kalau Ketua nya sedang tidak di sini. Kalau masalah kantor pusatnya, kantornya ada di Jakarta,” ungkap mereka.
Ditanya soal alamat website dan juga alamat kantornya di Jakarta, para anggota panitia P2SKP ini tampak bingung.
“Kalau masalah alamat website, kami tidak tau. Alamat kantor pusatnya juga kami tidak tau. Kami tinggal di Medan lae,” sebut mereka.
Ketika awak media mencari alamat website sesuai nama lembaga P2SKP, ternyata itu lembaga perikanan dan kelautan, bukan di bidang pemerintahan.
Beberapa Kepala Desa (Kades) yang sempat mengeluh soal kegiatan itu mempertanyakan, bagaimana cara mempertanggung jawabkan dananya.
“Sampai saat ini bingung bagaimana mempertanggung jawabkan dana yang sudah kami keluarkan untuk kegiatan bimtek itu. Kantornya di Jakarta. Namun alamat kantornya kami tidak tau. Apakah kami pergi ke Jakarta mencari mereka hanya untuk menandatangani Surat Pertanggung jawaban (SPj)? Itu gak logika lagi, katanya pembayarannya bisa juga transfer. Lalu mempertanggung jawabkan transferan itu bagaimana?” tanya salah seorang Kades yang namanya enggan disebutkan.
Ironisnya, kegiatan bimtek desa yang seharusnya berakhir pada hari Sabtu itu tidak terlaksana. Ini karena panitia kegiatan ‘kabur’ dari Hotel Martin Anugerah pada Jumat malam, setelah beberapa Kades telah membayar administrasinya dan tidak menutup acara sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Perempuan dan Anak (PMDP2A) Pemkab Humbahas dalam hal ini yang dibidangi Jusmar Simamora ketika dikonfirmasi beberapa hari lalu meminta awak media agar bersabar dan jangan dipublikasikan dulu.
“Janganlah dulu dipublikasikan, saya akan coba komunikasi dengan para panitianya. Katanya mereka datang tanggal 20 Septembar nanti. Di sanalah nanti kita perjelas semua,” ungkapnya.
Asisten Pemerintahan Pemkab Humbahas, Makden Sihombing ketika dikonfirmasi mengenai hal itu malah kebingungan.
“Saya tidak tau ada kegiatan di sana. Laporan saja pun tidak ada sampai kepada saya. Saya akan coba panggil panitianya untuk memperjelas apa tujuan dan makna kegiatan dan juga dinas terkait,” ungkapnya beberapa hari lalu.
Namun hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, Dinas PMDP2A dan Asisten Pemerintahan tidak menanggapi, termasuk tak memanggil panitia kegiatan, serta juga belum bisa memberikan keterangan kepada awak media. (Akim)


