50 Ribu Vaksin untuk Mendukung PTM Terbatas di Siantar

RDP Komisi I DPRD Siantar dengan Dinas Kesehatan.

Siantar, Lintangnews.com | Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Kota Santar, Kamis 23/9/2021), Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyebut memiliki kuota vaksin pelajar sebanyak 50.000 dosis untuk mendukung program Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Di dalam rapat, Komisi I mempertanyakan kapan dimulainya pembelajaran tatap muka, mengingat Siantar telah keluar dari PPKMLLevel IV sejak 7 September 2021.

Ketua Komisi I, Andika Prayogi Sinaga didampingi Wakil Ketua, Boy Iskandar Warongan mengingatkan RSUD Djasamen Saragih apabila PTM Terbatas akan diberlakukan di seluruh sekolah di Siantar.

“Harus ada persiapan juga dari RSUD Djasamen Saragih. Kita harus tau jika Covid-19 ini meningkat, maka persiapan (sekolah tatap muka) harus dimatangkan. Pimpinan juga supaya mengambil langkah yang benar,” kata Andika.

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Dinas Kesehatan, Ronald Saragih mengatakan, program vaksinasi terhadap tenaga pendidik telah mencapai 100 persen. Menurutnya, ada beberapa tenaga pendidik yang tak mengikuti vaksin, karena terhalang penyakit penyerta.

“Guru hampir 100 persen. Hanya itu ada yang terganggu karena commorbid,” kata Ronald Saragih yang duduk didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Dirut RSUD Djasamen Saragih, Maya Damanik.

Ronald mengatakan, pada Jumat (24/92021), program vaksinasi terhadap pelajar akan dimulai. Sebanyak 50 ribu dosis akan didistribusikan kepada para pelajar.

“Vaksin sudah mulai mengalir dan kemarin juga atas bantuan teman-teman kita dapat vaksin tambahan untuk anak sekolah. Kita harapkan untuk akhir bulan ini paling tidak 50 ribu dosis,” kata Ronald.

Selain itu Ronald juga menjelaskan, PMT Terbatas di Siantar sedikit terkendala karena mis komunikasi antara Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Utara UPTD Pematangsiantar dengan Satgas Covid-19 Siantar.

“Ada sedikit miss komunikasi seperti minggu kemarin, sekolah bisa dimulai tanggal 20 (September 2021), tetapi Satgas Covid-19 belum mengizinkan,” tutup Ronald.(Elisbet)