Dua Pangulu Nagori Diberi Waktu 2 Hari Bayar Pajak, Jika Tidak Ini yang Terjadi

Pangulu yang bermasalah dipanggil Pansus LKPj Bupati Simalungun tahun 2020.

Simalungun, Lintangnews.com | Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPj) Bupati Simalungun Tahun Anggaran (TA) 2020, memanggil 4 orang Pangulu Nagori yang bermasalah, Senin (19/4/2021).

Ini karena belum membuat laporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran desa tahun 2020.

Keempat Pangulu itu yakni, Pangulu Nagori Ambarisan, Suroso, Pangulu Nagori Manik Maraja, A Purba, Pangulu Nagori Saribu Asih, Waster Manurung dan Pangulu Nagori Purwodadi (tidak memenuhi panggilan).

Rapat Pansus yang dipimpin Binton Tindaon itu mendesak agar Pangulu Nagori Ambarisan dan Nagori Manik Maraja dalam waktu 2 hari harus menyelesaikan pembayaran pajak PPn dan PPh yang nilainya sebesar Rp 57.000.000 untuk tahun 2019 dan 2020.

Anggota Pansus, Benfri Sinaga dari Partai Berkarya mengingatkan Pangulu Ambarisan yang pernah berjanji saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I akan segera membayar pajak.

“Masih ada janji Pangulu ketika rapat dengan Komisi I, ternyata tidak dilaksanakan. Berbuat salah saja Pangulu masih bisa tertawa,” kata Benfria.

Kepada Pangulu Ambarisan dan Manik Maraja, Benfri meminta agar menyampaikan jawaban dengan sejujurnya, apakah uang untuk pajak itu berada di tangan bendahara atau bersangkutan.

“Ada pada saya dan dipakai. Berikan kepada saya waktu untuk menyelesaikannya,” kata A Purba.

Benfri menyatakan, uang negara yang seharusnya dikembalikan ke negara pun tidak dikembalikan Pangulu. “Bagaimana lagi uang yang bukan milik negara. Terlalu luar biasa sekali perbuatan Pangulu ini,” kata Benfri Sinaga.

Dirinya juga mengusulkan Pansus untuk meminta kedua Pangulu dalam 2 hari harus membayar pajak tersebut.

“Jika tidak mereka bayar dalam 2 hari, direkomendasikan untuk diperiksa Aparat Penegak Hukum (APH). Mereka harus buat pernyataan bermaterai,”kata Benfri Sinaga. (Zai)