Siantar, Lintangnews.com | Dibalik aksi demo mahasiswa-mahasiswi Siantar-Simalungun di Kota Siantar, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menggelandang 6 orang pelajar yang terlibat tawuran antar sekolah, Kamis (26/9/2019).
Keenam pelajar diamankan dari seputaran Lapangan Merdeka di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat.
Salah seorang pelajar saat ditemui di kantor Satpol PP inisial AD mengatakan, saat itu ia hendak balik ke rumahnya. Namun setibanya di Lapangan Merdeka, dirinya diserang siswa yang tidak dikenal nya.
“Pas pulang sekolah diserang anak Melati kira 30 orang kami bang,” kata AD.
Dia mengaku bersama rekan tidak tau menahu adanya tawuran. “Gak tau kami bang, karena di serang pakai batu dilempari anak Sekolah Melati,” bebernya.
Sementara,Kepala Trantibmum Satpol PP, Raja mengatakan, para pelajar yang terlibat itu sudah hari keempat melakukan tawuran. “Ini hari keempat mereka tawuran,” kata Raja.
Raja menuturkan, saat diamankan para pelajar sempat kabur ke kamar rumah warga sekitar untuk bersembunyi. “Pas kita amankan tadi mereka sepat melarikan diri dan sembunyi di kamar warga,” tutur nya
Para pelajar yang diamankan itu, kemudian di bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan didata.
“Mereka kita buat surat perjanjian dan fipanggil gurunya untuk melakukan pembinaan terhadap pelajar yang terlibat tawuran,” katanya.(Irfan)


