Tobasa, Lintangnews.com | Meskipun Hari Natal dan Tahun Baru 2 bulan lagi, seperti biasanya di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), khususnya Kecamatan Porsea harga rempah-rempah kebutuhan rumah tangga, seperti cabai dan andaliman mulai merangkak naik.
Salah seorang pedagang rempah-rempah di Pasar Porsea, Riduan Aruan menilai, sudah sewajarnya cabai, terlebih lagi andaliman mengalami kenaikan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.
“Untuk harga cabai rawit dan cabai merah, saat ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Bisa dikatakan masih normal, harga per kilogramnya dari petani Rp 30.000, dengan harga jual Rp 35.000-40.000, jelasnya, Sabtu (26/10/2019).
Riduan menuturkan, ini berbeda dengan harga andaliman yang mengalami kenaikan 85 persen per kilogramnya dari harga sebelumnya. Dia mengakui, seminggu lalu, harga dari petani masih Rp 100.000 dan kini sudah Rp 185.000 per kilogramnya. Ini terpaksa membuat pedagang menjual andaliman seharga Rp 200.000 per kilogramnya.
“Ini baru tahap awal kenaikan harga andaliman. Semakin mendekati Hari Natal dan Tahun Baru, harga andaliman bisa menjulang tinggi, setara dengan harga emas, sekitaran Rp 400.000 bahkan Rp 500.000 per kilogramnya,” paparnya.
Naiknya harga andaliman di sekitaran Danau Toba, umumnya bagi orang Batak merupakan hal yang wajar. Karena andaliman merupakan bumbu masakan khusus bagi masyarakat Batak, khususnya di Tobasa.
“Jadi jangan heran, jika harga andalan sedemikan tingginya. Karena bagi orang Batak, masakan tanpa andaliman ibarat makanan tanpa dibubuhi garam. Selain itu permintaan akan tinggi sebab anak rantau banyak yang mudik,” kata Riduan. (asri)


