Akibat Tak Paham Tupoksi, Komite Sekolah SMPN 1 Bosar Maligas Gugup Dikonfirmasi  

Simalungun, Lintangnews.com | Oknum Bendahara Komite Sekolah SMP Negeri 1 Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Ngatini ngaku belum mandi, sebab baru saja pulang dari Kota Siantar dan mau istirahat.

Itu dikatakan setelah lintangnews.com mengkonfirmasi apa saja yang menjadi tugas dan fungsi (tupoksi) Komite Sekolah sesuai peraturan dan perundang-undangan.

“Maaf pak. Bagaimana lah, saya kan barusan pulang dari Siantar. Belum mandi dan mau istrahat. Besoklah,” elaknya dari seberang telepon selulernya, kemarin.

Sebelumnya konfirmasi ini terkait alasan Komite Sekolah melakukan pungutan sebesar Rp 540 ribu per siswa-siswi sebagaimana ditudingkan oknum Kepala Sekolah (Kepsek), Listeria Hasibuan.

“Begini loh pak, kita orang tua kan ingin anaknya maju. Di sekolah fasilitasnya minim. Sekolah memaksa harus berbasis komputer. Jadi kita musyawarahkan” sebut Ngatini.

Kemudian para orang tua menyarankan mereka (Komite Sekolah) untuk melakukan pungutan. Karena para orang tua pelajar tak ingin mengambil resiko menumpang belajar seperti ke Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Pasalnya, resikonya lebih banyak seperti sepeda motor dan kendaraan lainnya.

“Kita sebagai orang tua khawatir. Jadi disepakatilah dipungut sebesar Rp 540 ribu per siswa. Sehingga untuk sekolah berbasis komputer anak-anak gak menumpang,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepsek SMPN 1 Bosar Maligas, Listeria Hasibuan mengatakan, yang melakukan pungutan adalah Komite Sekolah. “Ya pa, benar. Pa, hati-hati ngomong. Ini semua kebijakan orang tua dan komite sekolah,” tulisnya via WhatsApp (WA) miliknya, Selasa (29/10/2019).

Listeria juga menyarakan, kalau bersedia, dimana wartawan dijumpai orang tua siswa, biar bisa banyak bertanya.

“Itu bukan ngancam pak, biar bapak puas jawabannya. Siap pak, silahkan sampai dimana bapak puas.  Jika tidak terbukti ada penyimpangan dana, bapak siap diapain,” gertaknya melalui WA.

Dia juga menyatakan, jika dirinya siap masuk penjara. “Saya siap masuk penjara. Mari kita bangun negeri ini dengan korban jiwa raga. Bukan dengan arogan,” imbuhnya.

Dirinya bersikukuh, jika itu bukan pungutan. Melainkan penggalangan dana meningkatkan mutu. “Kalau bapak yang Kepsek bagaimana. Tolong kasih masukan,” tukasnya. (Zai)