Banjir dari Lahan PTPN 4, Istri Karyawan Kebun Bah Jambi Meninggal Dunia Akibat Kesetrum

Simalungun, Lintangnews.com | Diduga efek banjir kiriman dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IV Marihat, membuat seorang istri karyawan PTPN IV Bah Jambi di Afdeling 6 Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun meninggal dunia.

Informasi dihimpun, Senin (11/11/2019) sekira pukul 19.10 WIB, korban meninggal dunia Sri Wati istri dari karyawan PTPN IV Bah Jambi di Afd 6 Nagori Totap Majawa bernama Rudi.

Sri meninggal dunia sekira pukul 16.50 WIB. Diduga akibat tersengat arus listri saat menggeser kulkas yang mulai terendam air dalam rumahnya mencapai seukuran perut tubuh manusia dewasa.

“Benar diduga akibat kesetrum arus listrik. Saat itu korban berupaya menggeser kulkas agar terhindar dari terendam air. Diperkirakan seukuran perut tubuh manusia dewasa,” terang Azwar warga sekitar.

Dikatakan, pasca peristiwa, suami korban sedang tidak ada di rumah. Dan menemui korban sudah keadaan meninggal dunia. Korban meninggalkan 3 orang anak yakni, 2 perempuan dan 1 laki-laki.

“Pasca kejadian, suami korban sedang tidak di rumah dan menemui istrinya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Ada 2 orang anaknya perempuan, 1 laki laki. Yang paling besar perempuan, siswi SMA,” imbuh Azwar.

Saat dikonfirmasi lintangnews.com, Azwar mengaku, sedang berada di rumah duka.

“Kami berharap agar Pemkab Simalungun, tim medis dan Kepolisian dapat membantu masyarakat disini. Mengingat lumpur dan air masih menggenangi rumah warga,” tukasnya.

Hingga berita ini dilansir, belum diperoleh informasi dari pihak Kepolisian maupun pemerintahan setempat. Bahkan Pangulu Nagori Totap Maja, Herliza yang coba dikonfirmasi, ternyata nomor telepon selulernya sedang tidak aktif. (Zai)