Penelantaran Pembangunan Tugu Sangnaualuh Dinilai Penistaan Suku Simalungun

652
Ketua Fraksi PDI P DPRD Siantar, Suandi Apohman Sinaga.

Siantar, Lintangnews.com | Masyarakat Suku Simalungun di Kota Siantar merasa tersinggung karena sikap Wali Kota, Hefriansyah yang dinilai tak serius dalam pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh.

“Kami melihat dengan kondisi seperti ini, Raja Sangnaualuh, seorang raja yang dihormati oleh Suku Simalungun dibuat tak serius. Kami kecewa, dan tak percaya lagi dengan Pemko Siantar,” sebut Suandi Apohman Sinaga selaku anggota DPRD Siantar, Senin (11/11/2019).

Menurut Ketua Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI) Cabang Kota Siantar ini, upaya serius yang dilakukan Suku Simalungun dalam pengusulan pembangunan Tugu Sangnaualuh sampai melakukan seminar melalui Universitas Sumatera utara (USU), ternyata hanya dipermainkan oleh Wali Kota.

“Padahal dulu waktu diseminarkan, pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh dilakukan di ujung Jalan Sangnauluh. Hanya saja akibat penguasa yang tidak menghargai etnis Simalungun, terjadi lah penelantaran. Menelantarkan Tugu Sangnaualuh adalah menelantarkan Suku Simalungun di Siantar,” tutur anggota Komisi II DPRD Siantar ini.

Sambungnya, masyarakat Simalungun akan berhimpun untuk memperjuangkan keberadaan Tugu Sangnaualuh.

“Pembangunan Tugu Sangnaualuh harus dikembalikan di Jalan Sangnaualuh, sesuai kajian akademis. Ini jelas penistaan pada suku etnis Simalungun, karena tugu raja nya terbengkalai,” paparnya.

Sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan di DPRD Siantar, Suandi memastikan persoalan Tugu Sangnaualuh akan dituangkan dalam pandangan fraksinya.

“Kita sudah rapat kecil di fraksi, salah satunya soal ini lah,” tutupnya. (Elisbet)