Simalungun, Lintangnews.com | Daun kelapa sawit Afdeling 6 PTPN IV Kebun Marihat di Kabupaten Simalungun menguning.
Diduga ini akibat penyakit dari serangan hama ulat api dan kurangnya nutrisi pada tanaman kelapa sawit.
Selain itu juga disebabkan pemberian pupuk yang tidak tepat. Sehingga untuk meningkatkan hasil panen sawit akan hilang. Atau lazim disebut, produksi buah PTPN IV Marihat anjlok alias tidak mencapai target.
Sebelumnya, terkait terserangnya tanaman ulang kelapa sawit tahun 2016 dan tanaman menghasilkan di Afdeling 6 dan Afdeling 5 oleh hama ulat api hingga merusak ratusan hektar tanaman kelapa sawit, Asisten SDM PTPN IV Marihat, Indra. Jumat (22/11/2019) menyampaikan, telah dikoordinasikan dengan Asisten yang menangani Tanaman Ulang (TU) 2016 Afdeling 6.
“Setelah saya koordinasi dengan Asisten yang menangani TU 2016 Afdeling 6, penanganan sudah dilakukan,” imbuhnya.
Diantaranya, ulat api dilakukan dengan menggunakan kep solo. Atau solo pump dan mist blower serta melakukan kutip ulat dengan cara manual. Ini setelah dilakukan pemberantasan hasilnya sudah di bawah ambang batas 0,5 ulat per pelepah.
“Tindakan selanjutnya akan dilakukan pemantauan di lapangan. Jika terdapat masih ada hama ulat api akan dilakukan pemberantasan ulang,” tukasnya.
Mirisnya, yang disampaikan penanganan sudah dilakukan pada TU 2016 hasilnya sudah di bawah ambang batas 0,5 ulat per pelepah, ternyata petugas hama di sana masih melakukan foging. (Zai)


