Sergai, Lintangnews.com | Pendidikan Hak Asasi Manusia HAM ini sangat vital perannya dalam menyiapkan unsur pendidik dan peserta didik dalam menghadapi globalisasi dan perubahan zaman yang cepat.
Namun sayangnya juga diikuti dengan efek samping yang bisa membahayakan, terutama dalam hal penghargaan dan penegakan hak azasi.
Ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), Joni Walker Manik saat peresmian renovasi SD Negeri 106224 Desa Kerapuh dan Pencanangan Sekolah Ramah HAM di Kecamatan Dolok Masihul, Jumat (6/12/2019).
Joni juga mengatakan, jika pihaknya akan secara serius menjalankan program Sekolah Ramah HAM.
“Karena manfaat dan dampak dari penerapan program ini akan sangat besar bagi masa depan bangsa yang dibawa para generasi muda,” kata Joni.
Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, bangga dengan Sekolah Ramah HAM yang menerapkan prinsip hak azasi dengan mengormati hak azasi guru, murid dan lingkungan. Dengan menyoroti kondisi HAM di Indonesia saat ini yang agak mengkhawatirkan dimana hal-hal yang jadi jati diri bangsa .
“Maka dari itu keragaman ini harus dijadikan modal yang menguatkan persatuan dengan menjunjung tinggi nilai HAM. Hal tersebut semoga menjadi lebih efektif dengan masuknya pendidikan HAM pada usia sekolah,” ungkap Ahmad.
Sementara Bupati Sergai, Soekirman juga mengatakan, investasi di bidang pendidikan jangan disamakan dengan bidang infrastruktur.
Menurutnya, kalau infrastruktur dalam 1 tahun sudah dapat melihat perwujudannya.
“Sedangkan investasi pendidikan membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hasilnya. Tetapi manfaatnya akan mengubah bangsa ini semakin maju di masa mendatang,” kata Soekirman. (Sutrisno)


