Asahan, Lintangnews.com | Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Kabupaten Asahan ke IV tahun 2019 yang merupakan kegiatan rutin sekali 2 tahun diprogramkan Pemkab Asahan, resmi ditutup dengan ditandai pelepasan lampu lampion, Jumat (6/12/2019) malam.
Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 21 November lalu itu menampilkan 14 etnis di Asahan. Setiap etnis mendirikan rumah adatnya yang diisi dengan berbagai ciri khas, mulai dari sulaman, makan hingga kesenian.
Menutup kegiatan itu, Bupati Asahan Surya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan 14 etnis yang telah mensukseskan PSBD tahun 2019, dengan penampilan rumah adat dan malam kesenian etnis masing-masing selama 14 malam secara bergiliran.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya, dalam rangka kemajuan kebudayaan sebagai mana yang diamanahkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan.
“Kemajuan kebudayaan memiliki tujuan yakni, mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, persatuan dan kesatuan bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, mewujudkan masyarakat madani dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” paparnya.
Bupati juga berpesan kepada kelompok-kelompok etnis dapat menggunakan potensi yang ada untuk melestarikan seni dan budaya, melalui pelatihan-pelatihan di sanggar-sanggar seni etnis. Sehingga PSBD Asahan kedepan benar-benar bisa dirasakan masyarakat sebagai hiburan, pendidikan, penyampaian informasi dan sarana melestarikan warisan budaya.
Menutup kegiatan, Bupati bersama dengan tamu undangan melepaskan lampion yang menandakan PSBD ke IV telah resmi ditutup.
Acara itu juga dihadiri Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Ketua DPRD Asahan, Baharuddin Harahap, Ketua Forkala Asahan, pimpinan etnis, tamu undangan dan masyarakat. (Heru)


