Simalungun, Lintangnews.com | Para anak muda Perdagangan melakukan aksi kritik di Jalan Siantar-Perdagangan yang mengalami kerusakan cukup parah, Rabu (17/6/2020).
Aksi ini digagasi komunitas pemuda seperti Ngocehin Perda, Repoeblik Tjendol, Dadakan Infinity dan Muda-Mudi Dosin untuk bersama-sama menyuarakan aspirasi dan keresahan masyarakat terkait dengan jalan berlubang di beberapa titik di sepanjang Jalan Siantar-Perdagangan.
Fokus penyampaian aspirasi dilakukan di 3 titik utama, dengan tingkat kerusakan jalan yang memprihatinkan yakni, Simpang Pajak Negeri (Bombongan), Simpang Katolik dan dekat kantor Pangulu Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.
Rwanda Arif Khi selaku Koordinator Aksi menyampaikan, ini merupakan bentuk kritik mereka kepada pemerintah yang tidak aktif dalam menanggulangi kerusakan jalan, karena mengganggu akses masyarakat dalam berkendara.

“Kami bosan dengan janji-janji dan butuh bukti jika jalan itu harus segera diperbaiki. Kali ini kami memberi gambaran dengan memancing di lubang-lubang jalan yang begitu dalam dan membahayakan bagi pengendara,” tukasnya.
Pihaknya berharap, pemerintah hadir dan merespon keluhan itu, jangan menggunakan dalih pandemi Covid-19 atau Virus Corona untuk tidak menuntaskan kewajiban dalam memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Salah satunya memastikan masyarakat untuk nyaman berkendara di jalan yang merupakan fasilitas publik,” sebut Rwanda mengakhiri. (Red)
.


