Pasangan Roswin Memiliki Konsep Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer

Asahan, Lintangnews.com | Calon Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Rosmansyah-Winda Fitrika (Roswin) akan melaunching program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah untuk meningkatkan taraf kesejahteraan para guru honorer.

Menurut Rosmansyah, BOS Daerah ini diarahkan di antaranya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honorer.

“Menjadi niat kita, bahwa guru honorer akan sejahtera kalau saya nanti menjadi Bupati Asahan. Guru honorer hanya cukup fokus mengajar, meningkatkan kualitasnya sebagai tenaga pengajar dan kualitas siswa-siswi, tidak perlu bekerja sampingan ke sana kemari,” ujarnya, Rabu (7/10/2020).

Menurut Rosmansyah, sampai saat ini nasib para guru honorer untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) belum ada kepastian dari pemerintah. Sebab itu ungkapnya, pemerintah daerah kedepan harus memiliki konsep yang jelas bagaimana kesejahteraan para guru honorer bisa lebih meningkat.

Dia menilai, berjalannya proses belajar mengajar di Asahan bertumpu kepada guru honorer. Tanpa mereka, dipastikan proses belajar mengajar di daerah itu tidak akan berjalan.

Dari data Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Asahan, saat ini lebih dari 5.800 orang jumlah guru. Sebanyak 2.300 orang lebih atau 40 persen merupakan tenaga pengajar berstatus guru honorer.

Namun sayangnya, sejauh ini Pemkab Asahan tidak mempunyai konsep yang jelas untuk para guru honorer, karena pemerintah daerah masih bergantung pada pemerintah pusat.

“Saya tau betul kondisi mereka. Karena sebagai anggota DPRD Asahan, saya berulang kali menerima keluhan para guru honorer yang disampaikan ke dewan. Dan kita teruskan ke Pemkab Asahan, tetapi tidak pernah ada solusi,” beber Rosmansyah.

Dia menilai, ketergantungan Pemkab Asahan cukup besar terhadap guru honorer. Namun tidak sebanding dengan apresiasi mereka terima yang diberikan Pemkab Asahan. Padahal jika tidak ada mereka, proses pendidikan di daerah itu bisa tak berjalan.

Sebab itu menurut mantan Wakil Ketua DPRD Asahan ini, sudah saatnya mereka mendapatkan program prioritas dari pemerintah daerah. Ini karena nasib pendidikan di Asahan bergantung pada para guru honorer.

“Nanti kita buat regulasi daerahnya. Dalam regulasi daerah itu nanti akan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi tumpang tindih pendanaan pendidikan dengan program BOS pusat,” jelasnya. (Heru)