Taput, Lintangnews.com | Adanya proyek pengeringan jagung yang diduga mangkrak di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), dipertanyakan langsung oleh awak media pada pimpinan PT Inalum dan IT DEL usai melakukan rapat internal di ruangan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Taput, Selasa (12/1/2021).
Pimpinan Inalum diwakili Tagor Sidabutar dan perwakilan IT DEL, Vera Situmorang menuturkan, proyek itu sebenarnya tidak mangkrak dan akan dikerjakan kembali, sehingga harus bisa selesai pada bulan Juni tahun 2021 ini.
Hal ini dilakukan tanpa harus melakukan sosialisasi kembali terkait akan berlangsungnya proyek itu pada masyarakat sekitar.
“Proyek pengeringan jagung itu dilakukan hanya sebagai upaya ajang uji coba pengembangan teknologi dari Inalum. Karena belum pernah ada yang seperti ini di Taput dan nantinya diserahkan pengerjaannya kembali kepada pihak IT DEL,” ucapnya.
Sementara itu, Vera Situmorang menuturkan, pihaknya telah membentuk tim yang baru untuk kembali melanjutkan menyelesaikan proyek tersebut. Menurutnya, tim lama tidak ada lagi terlibat di tim yang baru.
“Mohon dukungan dari masyarakat agar proyek itu bisa terlaksana dan terselesaikan, sehingga bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” terangnya.

Ketika disinggung terkait pertanggung jawaban atas anggaran yang dikelola IT DEL, Vera menuturkan, hal itu selalu ada mereka sampaikan kepada pihak Inalum.
Vera menuturkan, ada beberapa faktor penyebab proyek itu belum terselesaikan, seperti penentuan lokasi yang sampai 3 kali selama 6 bulan berpindah-pindah hingga ada tempat yang disepakati.
“Kemudian efektifitas pembangunan kita tingkatkan untuk tahap ketiga ini. Karena tahap kedua kita terkendala di pandemi Virus Corona,” bebernya.
Secara terpisah, Bupati Taput, Nikson Nababan saat dimintai tanggapannya jika proyek itu hanya ajang uji coba, meminta agar diselesaikan hingga tuntas.
“Kalau pun itu untuk uji coba mereka, kita mohon agar diselesaikan dengan tuntas,” kata Nikson via WhatsApp (WA). (Pembela)


