Simalungun, Lintangnews.com | “Gak ada itu, siapa-siapa. Yang mana orangnya biar kulotakkan dulu sekali. Bukan marah. Kami belum ada membuat kebijakan ataupun statement. Belum ada,” bantah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemkab Simalungun, Elpiani Sitepu usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Simalungun, Rabu (13/1/2021).
Menurut Elpiani, dirinya memerintahkan Kabid NUPTK, Bonggua Sinaga melakukan pemberkasan.
“Pak berkasi dulu, mana tau ada yang sudah kawin. Pergi, biar tau kita mengisi kekosongan,” katanya diamini Bonggua Sinaga.
Disinggung apakah pungutan Surat Keputusan (SK) guru Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun karena adanya perintah Bupati JR Saragih untuk dana open house.
“Gak ada. Memang kami yang melakukan pemberkasan. Gak ada itu. Bupati bilang, SK kan semua PTT. Itu saja perintah Bupati, maka kami melakukan pemberkasan. Biar kami lihat berapa sih sebenarnya riil di lapangan. Karena ada yang sudah kawin dan pindah,” ulang Elpiani menyakinkan wartawan.
Dikatakannya, kuota guru PTT di Simalungun ada sebanyak 1772 orang. “Jadi kalau dibilang dikutip, belum ada. Artinya begini. Guru honor datang bilang begini begitu. Kalau tak percaya, tanyakan pada Kabid NUPTK,” tukas Elpiani minta pengertian Bonggua. (Zai)


